Cari Blog Ini

Minggu, 31 Oktober 2010

Bakar Tongkang Wisata Rokan Hilir

Bakar Tongkang Wisata Rokan Hilir
Upacara Bakar Tongkang adalah wisata budaya unggulan Provinsi Riau dari Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Upacara Bakar Tongkang telah menjadi wisata nasional bahkan internasional. Upacara Bakar Tongkang adalah upacara tradisional masyarakat cina di Ibu Kota kabupaten Rokan Hilir yakni Bagansiapiapi.

Upacara ini disebut Go Ge Cap Lak yang berate 15 dan 16 bulan 5 penanggalan imlek, Go Ge Cap Lak lebih terkenal dengan sebutan Upcara Bakar Tongkang. Even ini merupakan upacara pemujaan terhadap Dewa Kie Ong Ya dan Tai Sun Ong Ya yang dianggap berjasa menjaga keselamatn rombongan orang-orang cina yang menemukan Bagansiapiapi.

Menurut cerita rakyat setempat, rombongan perantau Cina yang berlayar mencari daerah baru dengan beberapa perahu, akhirnya menemukan Bagansiapiapi. Ditempat ini mereka bersepakat untuk bermukim. Sebagai tanda terimakasih kepada Dewa Kie Ong Ya dan Tai Sun Ong Ya, masyarakat Cina Bagansiapiapi membakar replica kapal setiap tahunnya. Inilah yang kemudian dikenal dengan Upacara Bakar Tongkang.

Taman Kota Bagansiapiapi | Rohil

taman+kota+bagansiapiapi+rohilBagansiapiapiTaman Kota Bagansiapiapi terletak di Jl. Aman, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Taman ini sengaja dibuat oleh pemda rohil untuk menunjukkan partisipasi pemerintah setempat untuk menampilkan kota Bagansiapiapi supaya lebih menarik dan memikat para wisata baik luar maupun local untuk berkunjung ke Bagansiapiapi.

Dikala senja menyapa Taman Kota Bagansiapiapi ramai dikunjungi pemuda dan pemudi untuk bercengkerama dan tak ketinggalan anak-anak, di taman kota banyak tersedia permainan anak-anak. Maka tak heran kalau taman kota bagansiapiapi ini ramai di kunjungi anak-anak. Taman kota bagansiapiapi juga salah satu tempat wisata keluarga yang asik. Bersantai bersama keluarga di taman ini sungguh menyenangkan. Di taman ini yang paling disukai anak-anak adalah permainan luncuran.

Daya tarik lain adalah adanya berbagai patung binatang seperti rusa, gajah, bangau, dan harimau binatang khas dari pulau sumatera, sekarang wajib dilindungi dari kepunahannya oleh pemburu kulit binatang.

Di tengah taman juga diindahkan oleh kolam dengan ada air mancurnya yang membuat suasana bertambah dingin dan semakin cantik. Banyaknya para pengunjung saat ini menunjukkan antusias warga yang menginginkan tempat bersantai, bersama rekan maupun bersama keluarga.

Suasananya yang aman, sejuk, dan indah, inilah yang kita rasakan saat berada di taman kota bagansiapiapi. Namun sayangnya tempatnya kurang luas, sehingga kurang puas. Semoga taman kota diperluas hingga ke jalan Kelenteng. Jadi taman ini betul-betul terletak di tengah kota yang dikelilingi oleh ruas jalan.

kredit foto: www.kabarindonesia.com

Kelenteng In Hok Kiong - Wisata Rohil

Wisata Riau - Kelenteng In Hok Kiong merupakan Kelenteng induk terbesar dan tertua di Bagansiapiapi, dibangun pada tahun 1875 dan dibuat permanent pada tahun 1928. Kelenteng ini berada di jalan Kelenteng Bagansiapiapi, Riau Indonesia.

Selain itu kelenteng ini juga identik dengan sejarah Kota Bagansiapiapi, dimana kota tersebut pertama dibuka oleh perantauan dari Cina sekitar tahun 1800, tiga buah kapal yang berlayar menuju Bagansiapiapi hanya satu kapal yang selamat dan didalamnya itulah terdapat Dewa “Kie Ong Ya”

Sejarah Singkat Rokan Hilir

Sejarah Singkat Rokan Hilir

Sejarah Rokan Hilir di bentuk dari kenegerian, yaitu negeri Kubu, Bangka Dan Tanah Putih. Negeri-negeri tersebut di pimpin oleh Kepala Negeri yang bertanggung jawab kepada Sultan Kerajaan Siak.

Distrik pertama didirikan Belanda di Tanah Putih pada saat menduduki daerah ini tahun 1890. setelah Bagansiapiapi yang dibuka oleh pemukim-pemukim Cina berkembang pesat, maka Belanda memindahkan Pemerintah Kontrolreulnya ke Kota Bagansiapiapi pada tahun 1901.

Bagansiapiapi semakin berkembang setelah Belanda membangun pelabuhan modern dan terlengkap di kota Bagansiapiapi guna mengimbangin pelabuhan lainnya di Selat Malaka hingga Perang Dunia Pertama usai. Setelah Indonesia merdeka, Rokan Hilir digabungkan ke dalam Kabupaten Bengkalis Propinsi Riau.

Bekas wilayah kewedanan Bagansiapiapi yang terdiri dari Kecamatan Tanah Putih, Kubu dan Bangka serta Kecamatan Rimba Melintang dan Kecamatan Bagan Sinembah kemudian pada tanggal 4 oktober 1999 ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai kabupaten baru di Propinsi Riau sesuai dengan undang-undang nomor 53 tahun 1999. sebagai ibukota di tetapkan di Bagansiapiapi.

Kabupaten Rokan Hilir memiliki luas wilayah 8.881 , 59 km2 atau 888. 159 hektar, terletak pada koordinat 1014’ sampai 2045’ lintang utara & 100017’ hingga 101021’ Bujur Timur. Batas Kabupaten Rokan Hilir :

• Sebelah Utara berbatasan dengan Selat Melaka
• Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Rokan Hulu dan Kabupaten Bengkalis
• Sebelah Barat berbatasan dengan Propinsi Sumatera Utara
• Sebelah Timur berbatasan dengan Kota Dumai

Kondisi wilayah Kabupaten Rokan Hilir terdiri dari beberapa sungai dan pulau. Sungai Rokan merupakan sungai terbesar yang melintas sejauh 350 kilometer dari muaranya di Rokan Hilir hingga ke hulunya di Rokan Hulu. Sebgai sungai terbesar, sungai Rokan memainkan peranan penting sebagai lalulintas penduduk dan sumber ekonomi masyarakat. Sungai-sungai lainnya adalah Sungai Bangko, Sungai Sinaboi, Sungai Mesjid, Sungai Siakap, Sungai Ular dan lainnya.

Sebagian besar wilayah Kabupaten Rokan Hilir terdiri dari daratan rendah dan rawa-rawa, terutama di sepanjang Sungai Rokan hingga ke muaranya. Wilayah ini memiliki tanah yang sangat subur dan menjadi lahan persawahan padi terkemuka di Propinsi Riau.

Jumlah penduduk Kabupaten Rokan Hilir pada tahun 2005 berjumlah 454.253 jiwa.

Rokan Hilir Bangun Museum Icon Wisata

Rokan Hilir Bangun Museum Icon Wisata Wisata Riau - Tahun ini akan dibangun dua icon wisata. Yaitu Museum Ikan dan Museum China di kabupaten Rokan Hilir (Rohil) untuk menigkatkan dunia wisata di Riau umumnya dan Rohil khususnya. Direktur Riau Tourism Board, Fadlah Sulaiman kepada wartawan Rabu (9/9/09) mengatakan bahwa tahun ini Riau memang sedang berbenah dalam upaya meningkatkan dunia wisata. Salah satunya adalah dengan dibangunnya dua ikon wisata di Kabupaten Rohil.

Dua Ikon wisata yang dibangun di Kabupaten Rohil tahun ini adalah Museum Ikan dan Museum China. Pada rencana awal, museum ikan akan dipajang ikan-ikan yang sudah mati dan akrilik ikan dari berbagai jenis yang hidup di kabupaten Rohil. Namun menurutnya, dalam perkembangannya, muncul wacana museum ikan hidup.

“Untuk museum China, kita bukan memandang bahwa pemerintah mengakomodir secara khusus budaya-budaya China. Namun kita memandang dari potensi wisatanya. Coba kita bayangkan warga China dari berbagai Negara seperti Singapura, Malaysia bahkan warga keturunan China di Australia yang berjumlah ratusan ribu saat menghadiri upacara Bakar Tongkang, hadir mengunjungi museum China di Rohil. Dapat dipastikan dunia Wisata Riau akan semakin bergairah,” terangnya.

Bukan hanya itu, menurut Fadlah, Pemkab Rohil juga sudah menyediakan lahan di tepian sungai sepanjang 5 Kilometer untuk dimanfaatkan bagi pengembangan wisata di Rohil. Ke depan, lahan di tepian sungai tersebut akan menjadi wisata pesisir yang diharapkan akan dapat menarik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara.

Disinggung mengenai jumlah wisatawan di Riau tahun ini, Fadlah mengatakan bahwa sejauh ini, jumlah yang ditargetkan untuk tahun 2009 adalah kenaikan kunjungan wisata sebanyak 10 % dibandingkan tahun 2008 yang mencapai 37 ribu wisatawan atau sebanyak 40 ribu wisatawan. Hingga akhir Agustus lalu, wisatawan yang berkunjung ke Riau sudah mencapai 75 persen

Adat Sebenar Adat


Adat tak lekang oleh panas
Adat tak lapuk oleh hujan
Adat berwaris kepada Nabi
Adat berkhalifah kepada Adam
Adat berinduk ke Ulama
Adat dianjak layu diumbut mati
Adat ditanam tumbuh di kubur hidup
Adat terconteng dilawang
Adat tersurat di atas Kertas
Adat tersirat didalam Sunah
Pusaka yang tak dapat dirobah-robah
Warisan yg tidak putus oleh cencang
Kalau tinggi, dipanjatnye
Bila rendah dijalarnya
Riak sampai ke tebing
Unut sampai ke bakal
Resamnya sampai ke laut luas
Sampai ke pulau karam karaman
Sampai ke tebing, lembak lembakan
Sampai ke arus yang berdengung
Kalau Tali boleh diseret
Kalau rupa boleh dilihat
Kalau rasa boleh dimakan
Itulah adat yang tahan banding
Itulah Pusaka yang tahan asak
Asat yg turun dab berkembang
Adat turun dari Datuk Temenggong
Adat turun daro Tuk Perpatih Pinang sebatang
Adat yg diikat dengan syarak
Adat bertalikan Kitabullah
Adal yg menjadi galang lembaga
Adat yang menjadi ico dan pakaian
Adat yg di gengam diperselimut
Adat yang di pakai orang Melayu
Yang keras tak tertakik
Yang lunak tak tersudu
Dibunal ia singkat
Direntang ia panjang
Kalau kendurnya berdenting-denting
Bila tegang berjela-jela
Itulah Adat sebenar Ada

Lagu Mbah Maridjan


Lirik Lagu "Mbah Maridjan" by Cak Dikin

I Am Who I Am