Cari Blog Ini

Selasa, 14 Desember 2010

Masjid Amru bin Ash, Masjid Tertua di Afrika


Masjid Amru bin Ash adalah masjid yang pertama berdiri di benua Afrika. Rumah Allah itu didirikan oleh sahabat Nabi Muhammad SAW yang juga penakluk negeri Mesir, Amru bin Ash. Masjid ini pertama kali dibangun pada tahun 21 Hijriah/641 Masehi. Banyak para sahabat dan tabi` in yang ikut serta dalam membangun mesjid ini, sehingga sampai delapan puluh sahabat menentukan arah Kiblat, diantaranya; Zubair Bin Awam, Al-Miqdad, Ubadah Bin Shamat, Abu Darda, dan yang lainnya. Masjid ini berbentuk memanjang, dengan panjang 28,9 meter, dan lebar sisinya 17,4 meter, dindingnya terbuat dari batu bata, atapnya terbuat dari pelepah pohon kurma, dan ting-tiangnya dari batang pohon kurma dan memiliki enam pintu.

Masjid ini telah berulang kali direnovasi dan diperluas. Di antaranya, pada tahun 53 Hijriyah (672 M) Pangeran Maslamah bin Mukhallad al-Anshori telah memperluas masjid, kemudian diperluas oleh Pangeran Abdul Aziz bin Marwan (Gubernur Mesir ketika itu ) tahun 79 Hijriyah (698 M).

Pada masa pemerintahan Khalifah Abdul Malik bin Marwan, masjid itu di perbesar oleh Abdul Malik bin Thahir. Kini, panjang Mesjid Amru mencapai120 meter, dan lebarnya 100 meter. Masjid itu juga pernah diperbaiki oleh Sultan Shalahuddin al-Ayubi pada tahun 568 H/1172 M.

Masjid Amru begitu banyak mendapat perhatian dari kalangan pemerintah, dari masa pemerintahan Khulafau Rasyidin, Dinasti Umayyah, Dinasti Abbasiyah, Dinasti Ayubiyyah, Dinasti Mamalik, sampai Dinasti Usmaniyah. Masjid Amru Bin Ash bukan hanya tempat untuk shalat, tetapi juga menjadi pusat pendidikan Islam pertama di benua Afrika. Imam Syafii juga pernah mengajar di masjid itu. Hal itu menunjukan bahwa masjid Amru bin Ash telah menelurkan sarjana-sajana Muslim yang andal.

Masjid Tertua di Perancis


Masjid ini dibangun tahun 1926 dan menjadi yang terbesar hingga kini. Masjid tertua Paris dihimpit dua jalan utama distrik lima kota itu. Bangunan Masjid terintegrasi dengan kompleks bangunan yang terdiri dari sejumlah bangunan yang mengakomodasikan segala akitivitas komunitas Muslim Prancis seperti tempat shalat, sekolah agama, perpustakaan, ruang konferensi dan apotek yang bernama Syeikh Abbas.

Tak hanya itu, kompleks masjid juga dilengkapi teras yang berfungsi sebagai ruang santai untuk sekadar menikmati secangkir teh. Di sayap kanan kompleks terdapat pula satu restoran dan butik yang siap melayani pengunjung yang ingin menikmati makanan dan oleh-oleh tradisional khas Afrika Utara dan Timur Tengah.


Semua fasilitas yang ada terdapat dalam kompleks masjid bisa dibilang mewakili peradaban Islam yang membentang dari Turki hingga Cordoba di Spanyol. Satu contoh misalnya, pengunjung kompleks masjid ini juga bisa menikmati cara relaksasi ala Turki. Selanjutnya, pengunjung juga bisa menikmati kuliner Afrika Utara yang beragam. Mulai dari Tadjine, sajian ayam khas Maroko, daging domba dan menu istimewa lain yang patut dicoba. Fasilitas kemudian disempurnakan dengan suasana yang sejuk dan apik berupa pepohonan dan kolam air.

Tak heran ketika hari biasa, masjid penuh dengan ratusan jamaah yang datang. Di pintu utama yang berada di ruas jalan George Deplas, banyak jamaah yang melakukan doa khusus ketika hari ketiga Idul Fitri. Di pintu lainnya dari kompleks masjid yang dekat dengan ruas jalan Geroffroy Saint Hilaire tampak terlihat siswa yang sekedar bersantai sembari menikmati teh dan menghisap Shisa. Di pintu itu pula tampak antrean jamaah yang sedang mengantri untuk menikmati kue manis asal Timur Tengah. Antrean tidak hanya diisi warga Muslim, warga Non Muslim juga ikutan mengantri.

Salah seorang warga Paris yang sempat berkeliling mengunjungi masjid tertua di Cina dan Iran mengaku dirinya sangat terkesan dengan masjid tua Paris. Baginya, Masjid di Paris merupakan kesaksian nyata kerjasama Pemerintah Prancis dan negara-negara Muslim sekaligus merupakan pembangunan yang menyimbolkan penghormatan 100 ribu tentara Muslim di zaman kejayaannya yang meninggal dalam perang dunia pertama. Masjid kian sakral dengan posisinya yang berada di salah satu jantung peradaban Barat yang gemilang.

14 Pakar Matematika Muslim

Matematika adalah warisan peradaban Islam yang sangat penting, disamping kedokteran, astronomi, oftik, tekhnologi mesin, sejarah dan ilmu-ilmu keagamaan, yang justru dizaman modern kini umat Islam ketinggalan, memang suatu ironi.

Matematika di era kejayaan peradaban Islam masa lampau merupakan kajian yang sangat penting. Hampir semua pemikir besar tempo dulu memiliki basic yang sangat kuat dalam bidang ini. Bahkan penemuan-penemuan dalam bidang ini sangat mengagumkan.

Tetapi seiring waktu, dan seiring dengan penurunan peradaban Islam, maka peminat kajian ilmu matematika sangat jarang, dan umat terjebak pada dogmatisme tahayulisme, khurafat, dan kepercayaan-kepercayaan bangsa yang tertinggal, yaitu dogmatisme yang tidak berdasar ilmu, mengikuti tradisi-tradisi nenek moyang yang tidak berdasar, yang terjajah selama ratusan tahun.

Ahli matematika dalam peradaban islam biasanya juga ahli dalam ilmu-ilmu lainnya, termasuk ilmu keagamaan. Dan biasanya ahli matematika dalam peradaban islam juga merupakan ahli dalam astronomi, karena itu astronomi dan matematika merupakan kajian dan profesi yang menyatu. Karena itu biasanya ahli matematika adalah ahli dalam astronomi juga.

Diantara intelektual yang berpengaruh dalam bidang ini (matematika) dalam peradaban islam klasik, antara lain:

1. Al Khwarizmi

Perintis matematika muslim dan orang yang sangat pantas disebut sebagai bapak aljabar modern. Nama aslinya adalah Muhammad ibn Musa al Khwarizmi. Ia berasal dari Khwarizm (Khiva). Kadang orang keliru dalam menafsirkan suatu hasil hasil karya peradaban modern, yang selalu dianggap berasal dari barat. Jika kita menelusuri kata Aljabar itu berasal dari karya (buku tulisan karya) Al Khwarizmi yang bernama Hisab al jabir wal mukabalah (yang berarti pengutuhan kembali dan perbandingan atau yang kerennya dalam istilah sekarang Kalkulasi integral & persamaan).

Bahkan istilah Alghorisme yang berarti sistem persepuluhan , merupakan ucapan orang barat terhadap nama Alkhwarizmi, karena alkwarizmi dianggap sebagai penemu dan pengembang sistem persepuluhan, dan dia dianggap sebagai penemu angka nol.

Salah satu karya alkhwarizmi yang terpenting adalah dialah yang menciptakan sistem aljabar. Penemuannya terhadap simbol-simbol bilangan 1 sampai dengan 9, dan angka nol (yang kemudian disebut sistem alghorisme) mampu memecahkan kesulitan-kesulitan simbolisasi yang masih menggunakan angka romawi. Suatu misal, jika hanya untuk bilangan angka 8, dalam angka romawi sama dengan VIII, jika angka 38 maka angka romawinya XXXVIII, maka orang akan kesulitan menggunakan angka romawi jika sudah jutaan.

Matematika yang dikembangkan dibarat sebelumnya adalah matematika Yunani yang kemudian dikembangkan oleh Romawi. Matematika Yunani adalah matematika murni, matematika untuk matematika, yang steril terhadap keperluan. Dalam penulisan bilangan mereka menggunakan huruf, dan tiap huruf melambangkan bilangan dan masih belum mengenal bilangan nol. Jadi matematika Yunani bersifat deduktif, penekanannya dilakukan dengan pembuktian yang bertingkat-tingkat, dimulai dari aksioma, postulat dan teorema.


2. Abu Wafa al Bawzajani (w. 998 M)Salah seorang ahli matematika muslim terbesar.. Ia dikenal sebagai ahli astronomi dan pengembang trigonometri (ilmu ukur sudut), dan orang yang pertama yang mengajukan beberapa rumus penting dalam trigonometri. Salah satu rumus yang didedikasikan kepadanya adalah Cos C= Cos a.cos b.

3.Abu Kamil Syuja (abad 10 M)
Salah seorang ahli matematika muslim terbesar diabad pertengahan. Tidak banyak ang diketahui tentang kehidupannya, tetapi ia hidup setelah era Al Khwarizmi.
Melalui Leonard dari Pisa dan pengikut-pengikutnya, ia telah memberi pengaruh besar terhadap perkembangan aljabar dan geometri di Eropa.



4. Al Jauhary (abad 9 M)
Seorang ahli matematika pada abad ke-9 M, seorang ahli geometer ang bekerja di Bayt al Hikmah (House of Wisdom), suatu lembaga ilmu pengetahuan yang dibangun Khalifah Al Ma'mun dari dinasti Abbasiyah di baghdad.


5. Al Khuyandi ( w. 390 H/ 1000 M)
Seorang ahli astronomi dan matematika, terutama geometri. Ia dikenal sebagai ahli kontruksi asturlab. Ia juga termasuk penemu handal sinus yang diistilahkan kaidah astronomis.
Dalam bidang geometri perhatiannya mengarah pada resolusi atau penggunaan persamaan berpangkat tiga.
Albiruni saintis besar muslim menyanjung Al Khuyandi sebagai cendekiawan ahwaz Zamanihi (tiada bandinganya dizamannya). Sedang Al Thusi menegaskan bahwa Abu Wahfa, Ibn Irak dan al Khuyandi merupakan 3 penulis besar ang memiliki peran besar dalam penemuan kaidah sinus atau kaidah astronomis.
Teori matematika Al Khuyandi mengilhami teori Fermat(Fermat's last theorm) yang dilontarkan Piere de Fermat pakar matematika asal perancis 600 tahun kemudian (w. 1665 M), suatu teori yang berupa teka-teki matematika yang pernah dilombakan dengan hadiah ratusan juta bagi yang sanggup membuktikannya.


6. khusiyar Ibn Laban (awal abad 11 M)
Seorang ahli matematikadan astronomi asal Persia, mahaguru kalkulus dan pengilham revolusi komputansi. karya andalannya diabadikan dalam 2 jiz, yaitu Jiz al Jami' dan Jiz al Baligh, dan ang lainnya berjudul Usul Hisab al Hind, sebuah risalah mengenai aritmetika.
Kitab ushul Hisab al Hind, merupakan karya unggulannya ang memuat deskripsi pertama tentang perhitungan model India (Indian System of Calculation) , yaitu sistem numerasi berdasarkan posisi, yang artinya bahwa nilai atau harga angka-angkanya tergantung pada tempat atau posisinya dalam suatu bilangan. Sistem inilah yang kemudian mengilhami revolusi dalam hal cara atau metode komputasi yang digunakan dikawasan timur.



7. Almajriti (w. 1007 M)
Seorang saintis asal Andalusia yang paling menonjol dizamannya, yang banyak memperkenalkan pengkajian sains, terutama kimia dan matematika.
Ia banyak menulis tentang aritmetika dagang dengan menerapkan komputasi, geometri dan aljabar pada masalah-masalah penjualan, hitung dagang dan perpajakan. Ia juga banyak menulis tentang pemecahan kebekuan matematika.

8. Al Karaji (w.410 H/1019 M)
Pakar matematika asal Persia , ia menulis tentang teori pencabutan akar atau kalkulus mental. Karyanya banyak sekali tentang sains, diantaranya berjudul Al Badi' fi al Hisab, dalam buku ini ia menulis secara rinci untuk pertama kalinya teori pencabutan akar kuadrat dari sebuah polinomial dengan suatu bilangan yang tidak diketahui.
Sedang dalam bukunya yang berjudul Al Kafi' fi al hisab banyak membicarakan proses-proses kalkulus mental ang disebutnya Al Hawa'i.


9. Abu Nasr Mansur (w.1039 M)
Seorang ahli matematika asal persia ang diakini sebagai salah seorang penemu hukum sinus. Ia merupakan murid adri Abu Wafa' dan guru dari ilmuwan besar, Al Biruni.
Albiruni menyebut Abu Nash mansur sebagai penemu beberapa bukti matematika.


10. Al Khazin (abad 4 H/10 M)
S
eorang ahli matematika dan astronom asal Khurasan yang hidup pada abad ke 4 H/ 10 M. Ia banyak menulis matematika dan astronomi. Ia adalah orang yang menawarkan konsep ang berbeda dengan Ptolomeus tentang peredaran matahari dan bumi. Ia mengkritik ptolomeus yang dinilainya gagal mengamati beberapa perubahan diameter matahari yang tampak sepanjang tahun (on the course of the years)


11. Aljayani (abad 11 M)
Seorang penulis dan ahli matematika asal Andalusia (Spanyol Islam). Ia menulis komentar penting terhadap buku Element karya Euclid dan ia juga menulis karyanya dalam trigonometri speric (sperical trigonometry)


12. Al Halili (abad 8 H/ 14 M)

Seorang pakar matematika dan astronomi. Ia banyak menghasilkan karya matematika dan astronomi ang berbobot tinggi. Ia berasal dari damaskus yang hidup pada abad ke 14 Masehi. Ia menjadi masyhur karena kemampuannya dalam menentukan arah kiblat dengan menyajikan garis-garis bujur dan garis-garis lintangnya dengan bantuan perhitungan rumit matematika. Tabel-tabel kiblatnya merupakan tabel trigonometrik canggih pertama. Ia berhasil mengkonfilasi sebuah tabel kiblat yang distandarkan pada sebuah rumusan canggih dan akurat. Hal ini menggambarkan kompetensi dan ketinggian otorotas kecendikiawannya dalam aljabar fungsi dan tekhnik-tekhnik komputansi.


13. Al Kalasadi (abad 9 H/ 15 M)
Seorang pakar fiqih (hukum) dan juga pakar matematika yang inovatif asal Andalusia (Spanyol Islam), pencipta notasi pecahan modern. Komentarnya terhadap Takhlis Ibn Al Banna memuat suatu rumusantingkat tinggi untuk memperoleh akar kwadrat dengan kecermatan dan ketepatan yang nyaris sempurna.
Dalam notasi pecahan, dialah orang pertama ang menggunakan simbol-simbol seperti yang digunakan kini secara luas.

14. Al Qushyi (abad 15 M)
Seorang saintis, ahli astronomi dan matematika. Ia lahir di Samarkand dan meninggal di Istambul. Ia menggantikan Qadi Zade ' Rumi sebagai direktur observatorium Samarkan yang didirikan oleh Ulugh Beg. Ia juga kemudian menjadi profesor dibidang sains di perguruan Aya shofia.

Universitas Al-Qarrawiyyin, Universitas Tertua di Dunia


Peradaban Islam di era keemasan selalu tampil sebagai pelopor dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Sejarah mencatat, para ilmuwan Muslim telah sukses membidani lahirnya lembaga pendidikan tinggi bernama universitas (jami'ah). Ketika 'rahim' peradaban Islam melahirkan universitas, tak ada satu pun peradaban di muka bumi yang mengenal sistem pendidikan tinggi.

Universitas alias jami'ah pertama yang lahir dari peradaban Islam adalah Universitas Al-Qarawiyyin (Jami'ah Al-Qarawiyyin). Perguruan tinggi yang berada di kota Fez, Maroko itu didirikan pada tahun 859 M. Tak heran, jika Guinness Book of World Records pada tahun 1998 menempatkan Universitas Al-Qarawiyyin sebagai perguruan tinggi tertua dan pertama di seantero jagad yang menawarkan gelar kesarjanaan.

Majalah Time edisi 24 Oktober 1960 secara menarik menuliskan kisah berdirinya Universitas Al-Qarawiyyin dalam tulisan berjudul Renaissance in Fez. Syahdan, di awal abad ke-9 M, ketika Fez masih seperti sebuah dusun, sang penguasa wilayah itu berdoa sembari menangis. ''Ya Allah, jadikanlah kota ini sebagai pusat hukum dan ilmu pengetahuan, tempat di mana kitab suciMu, Alquran akan dipelajari dan dikaji.''

Doa sang penguasa itu akhirnya dikabulkan. Fatimah Al-Fihri, puteri seorang saudagar kaya-raya bernama Muhammad Al-Fihri akhirnya mewujudkan impian sang penguasa Fez itu. Fatimah dan saudaranya Mariam adalah dua perempuan terdidik yang mewarisi harta yang melimpah dari sang ayah. Fatimah lalu menggunakan harta warisannya itu untuk membangun sebuah masjid.

Cikal bakal Universitas Al-Qarawiyyin pertama di muka bumi itu bermula dari aktivitas diskusi yang digelar masjid itu. Komunitas Qairawaniyyin masyarakat pendatang yang berasal dari Qairawan, Tunisia di kota Fez menggelar diskusi itu di emper Masjid Al-Qarawiyyin. Laiknya masjid yang lain, Al-Qarawiyyin tak sekadar berfungsi sebagai tempat beribadah belaka.

Umat Islam di kota Fez pada abad ke-9 M juga menjadikannya sebagai tempat untuk membahas perkembangan politik. Lambat-laun materi yang diajarkan dan dibahas dalam ajang diskusi itu berkembang mencakup berbagai bidang, tak cuma mengkaji Alquran dan Fikih saja.

Wacana yang dibahas dalam diskusi di emper Masjid Al-Qarawiyyin itu pun meluas hingga mengkaji tata bahasa, logika, kedokteran, matematika, astronomi, kimia, sejarah, geografi, hingga musik. Beragam topik yang disajikan dengan berkualitas oleh para ilmuwan terkemuka akhirnya mampu membetot perhatian para pelajar dari berbagai belahan dunia.

Sejak itulah, aktivitas keilmuan di Masjid Al-Qarawiyyin berubah menjadi kegiatan keilmuan bertaraf perguruan tinggi. Jumlah pendaftar yang berminat untuk menimba ilmu di universitas itu begitu meluber. Sehingga, pihak universitas menerapkan sistem seleksi yang ketat bagi para calon mahasiswanya. Seorang calon mahasiswa harus selesai mempelajari seluruh Alquran serta menguasai bahasa Arab dan ilmu-ilmu umum.

Dari masa ke masa, Universitas Al-Qarawiyyin selalu mendapat perhatian dari para sultan yang berkuasa. Para sultan tak pernah lupa untuk menyokong kegiatan keilmuan yang dilakukan universitas itu. Tak heran, bila subsidi serta dana kas negara secara khusus dialokasikan untuk menopang kegiatan akademik. Selain bantuan dana, para sultan juga menyuplai buku untuk universitas itu.

Universitas tertua di dunia itu tercatat berhasil mengumpulkan sejumlah risalah penting dari berbagai disiplin ilmu. Kompilasi manuskrip penting itu disimpan di perpustakaan yang didirikan oleh Sultan Abu-Annan, penguasa Dinasti Marinid. Beberapa risalah penting yang tersimpan di perpustakaan itu antara lain; 'Mutta of Malik', ditulis tahun 795 M; Sirat Ibn Ishaq, ditulis tahun 883 M, salinan kitab suci Alquran yang dihadiahkan Sultan Ahmed Al-Mansur Al-Dhahabi kepada universitas tahun 1602.

Selain itu, perpustakaan itu juga menyimpan salinan asli buku karya Ibnu Khaldun berjudul 'Al-'Ibar'. Ilmuwan Muslim terkemuka itu menghadiahkan buku yang ditulisnya itu kepada perpustakaan itu tahun 1396 M. Selama 12 abad lamanya, Universitas Al-Qarawiyyin telah menjelma menjadi pusat studi ilmu pengetahuan dan spiritual terkemuka dan penting di dunia Islam.

Universitas Al-Qarawiyyin tercatat sebagai salah satu perguruan tinggi yang paling prestisius di abad pertengahan. Sebagai kawah candra dimuka bagi para ilmuwan, universitas ini telah meluluskan sederet sarjana dan ilmuwan Muslim terkemuka, seperti Abu Abullah Al-Sati, Abu Al-Abbas al-Zwawi, Ibnu Rashid Al-Sabti (wafat 1321 M), Ibnu Al-Haj Al-Fasi ( wafat 1336 M) serta Abu Madhab Al-Fasi - yang memimpin generasinya dalam mempelajari faham Maliki.

Peradaban Barat tampaknya turut berutang budi kepada Universitas Al-Qarawiyyin. Betapa tidak, di abad pertengahan perguruan tinggi yang terletak di kota Fez itu memegang peranan penting dalam pertukaran kebudayaan dan transfer pengetahuan dari dunia Muslim ke Eropa. Transfer pengetahuan dan kebudayaan yang berkembang di Universitas Al-Qarawiyyin ke Eropa itu dilakukan melalui sejumlah ilmuwan Muslim yang mengajar atau belajar di kota Fez.

Para ilmuwan itu antara lain; filosof dan ahli agama Yahudi, Ibnu Maimun (1135 M - 1204 M) yang dididik oleh Abdul Arab Ibnu Muwashah di Al-Qarawiyyin; Geografer dan kartografer (pembuat peta) Al-Idrissi (wafat 1166 M) juga pernah bekerja serta belajar di universitas ini. Selain itu, sejumlah ilmuwan Muslim lainnya yang juga sempat mengajar di perguruan tinggi pertama di dunia itu antara lain; Ibn Al-'Arabi (1165-1240), Ibnu Khaldun (1332-1395), Ibnu Al-Khatib, Alpetragius, Al-Bitruji, dan Ibnu Harazim.
Pemimpin tertinggi umat Katolik, Paus Sylvester II, turut menjadi saksi keunggulan Universitas Al-Qarawiyyin. Sebelum menjadi Paus, Gerbert of Aurillac (930 M - 1003 M) sempat menimba ilmu di universitas favorit dan terkemuka ini. Aurillac mempelajari matematika dan kemudian memperkenalkan penggunaan nol dan angka Arab ke Eropa. Pada tahun 1540 M, ilmuwan Belgia, Nichola Louvain pun tercatat sempat belajar bahasa Arab di Universitas Al-Qarawiyyin.

Selain itu, sejarawan Muslim bernama Joannes Leo Africanus juga sempat belajar di Universitas Al-Qarawiyyin. Hingga kini, universitas ini tetap mendidik dan mencetak para sarjana dari berbagai bidang. Sumbangan yang diberikan universitas ini bagi pengembangan ilmu agama Islam serta dunia ilmu pengetahuan begitu besar.

Peran Universitas Al-Qarawiyyin dalam Renaisans
Universitas Al-Qarawiyyin secara tak langsung memiliki peran penting dalam proses Renaisans yang terjadi dalam peradaban Barat di abad ke-15 M. Melalui kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang ditransfer para ilmuwan Muslim yang belajar atau yang mengajar di universitas tertua ini, masyarakat Eropa mulai tercerahkan. Eropa pun membebaskan dirinya dari kungkungan 'kegelapan'.

Tak heran, bila Majalah Time edisi 24 Oktober 1960 menabalkan Universitas Al-Qarawiyyan sebagai obor Renaisans di Fez, Maroko. Pemimpin tertinggi agama Katolik bernama Paus Sylvester II bahkan pernah menimba ilmu di universitas itu. Ia belajar matematika di universitas itu dan kemudian mengajarkannya pada murid-muridnya di Eropa.

Selain itu, banyak pula tokoh penggerak Renaisans di Barat yang terpengaruh dengan ilmuwan Muslim yang mengajar di Universitas Al-Qarawiyyan. Kehadiran universitas di dunia Muslim pun turut memicu berdirinya perguruan tinggi di Eropa. Bila dunia Islam telah memiliki universitas di abad ke-9 M, masyarakat Barat baru mengenal sistem pendidikan tinggi pada abad ke-11 M.

Perguruan tinggi pertama yang didirikan oleh peradaban Barat adalah Universitas Bologna di Italia. Universitas itu didirikan pada tahun 1088 M. Sejatinya, Universitas Balermo bukanlah pergurun tinggi pertama yang berdiri di tanah Eropa. Ketika Islam menguasai Sicilia - wilayah selatan Italia - di Palermo telah berdiri universitas Islam terkemuka yakni Universitas Balerm atau Palermo.

Hal itu sesuai dengan catatan perjalanan penjelajah Muslim terkemuka Ibnu Hawqal. Dalam catatan perjalanannya berjudul Al-Masalik wal MamlikI menuturkan, pada tahun 972 M di wilayah Italia Selatan itu telah berdiri Universitas Palermo. Selain itu, di Cordoba, Spanyol juga peradaban Islam pada era kepemimpinan Khalifah Abdurrahman III yang berkuasa pada tahun 929 M - 961 M juga telah mendirikan Universitas Cordoba di daratan Eropa.

Universitas lainnya mulai muncul di negara lain di Eropa, seperti Inggris dan Prancis mulai abad ke-12 M. Universitas Al-Qarawiyyin sebagai perguruan tinggi tertua di dunia selalu disebut sebagai lembaga pencerahan. Namun, Lyautey, seorang Jenderal Prancis yang memimpin pasukan di Maroko pada era kolonial menyebut Al-Qarawiyyin sebagai the Dark House (Rumah Kegelapan). ''Sebuah komentar dari orang yang tak menghormati peradaban,'' ungkap para sejarawan.

Inilah Universitas-universitas tertua di dunia:

1. 859 M: Universitas Al-Qarawiyyin berdiri di kota Fez, Maroko. Inilah universitas tertua di dunia menurut Guinness Book of World Records.

2. 975 M: Universitas Al-Azhar berdiri di Kairo, Mesir. Pada awalnya, universitas ini mengajarkan ilmu agama, hukum, tata bahasa, filsafat dan logika.

3. 1233 M: Universitas Mustansiriya didirikan Khalifah Al-Mustansir penguasa Dinasti Abbasiyah. Pada tahun 1962 bergabung dengan Universitas Baghdad. Setahun kemudian kembali ke nama semula.
3. 1327 M: Nun jauh di Timbuktu, Mali berdiri Universitas Sankore yang didirikan Kankan Musa.

4. 1453 M: Ketika Kerajaan Ottoman berkuasa, di Istanbul berdiri Universitas Istanbul. Awalnya merupakan sekolah tingi filsafat dan ilmu agama. Kini, telah menjadi universitas sains dan seni terkemuka di Turki.
Di Barat

5. 1088 M: Berdiri Universitas Bologna di Italia.
6. 1150 M: Berdiri Universitas Paris, di Prancis.
7. 1167 M: Berdiri Universitas Oxford di Inggris.

Masjid Sehitlik Berlin, Masjid Tertua di Jerman


Masjid yang bernama Masjid Sehitlik ini berada di jalan Columbiadamm di wilayah Tempelhof, sebuah wilayah yang terletak di tengah kota Berlin. Sebuah masjid yang didampingi oleh dua buah menara kembar berdiri dengan indahnya di kota Berlin, Jerman.  

Masjid ini memiliki sejarah yang cukup panjang. Hubungan diplomatik antara Kekhalifahan Turki Usmani dan Negara Jerman yang waktu itu masih bernama Kerajaan Prusia melatarbelakangi pendirian masjid ini. Sejarahnya berawal ketika seorang duta besar dari Kekhalifahan Turki Usmani yang bernama Ali Aziz Efendi meninggal dunia di Berlin pada tahun 1798. Raja Prusia saat itu, Friedrich Wilhelm III, kemudian memberikan sebidang tanah di Tempelhof untuk dijadikan sebagai tempat pemakamannya. Sejak saat itu, lahan ini kemudian menjadi tempat pemakaman muslim.

Seiring berjalannya waktu, kompleks pemakaman ini terus mengalami perluasan hingga mencapai 2.550 meter persegi. Pada saat Perang Dunia I, beberapa tentara Turki yang mengalami luka-luka dikirim ke Jerman untuk dirawat. Beberapa tentara yang meninggal dalam proses perawatan akhirnya dimakamkan di kompleks pemakaman ini. Dengan latar belakang inilah kompleks pemakaman tersebut dinamai dengan bahasa Turki, yaitu “sehitlik” yang berarti pemakaman para syuhada. Baru pada tahun 1983, di dalam kompleks itu didirikan sebuah masjid yang bernama Masjid Sehitlik.

Masjid Sehitlik mengalami renovasi besar-besaran pada tahun 1999. Perancang Masjid Sehitlik yang baru ini adalah seorang arsitek bernama Muharrem Hilmi Senalp. Beliau juga adalah arsitek yang merancang Masjid Jami di Shibuya, Tokyo. Oleh karena itu, kedua masjid ini memiliki banyak kemiripan, khususnya pada bagian interiornya. Masjid sehitlik yang sekarang berdiri memiliki gaya arsitektur khas usmani klasik, yaitu masjid berkubah yang dilengkapi dengan menara beratap kerucut.

Mengikuti gaya arsitektur Masjid Selimiye di Turki, kubah Masjid Sehitlik ditopang oleh delapan pilar dan delapan half dome. Masjid yang berfungsi juga sebagai pusat kebudayaan Islam ini memiliki empat lantai. Lantai terbawah, yaitu ruang bawah tanah digunakan sebagai ruang serbaguna. Lantai dasar digunakan sebagai ruang pertemuan dan ruang shalat tambahan. Ruang shalat utama berada di lantai kedua. Balkon di lantai teratas digunakan sebagai ruang shalat wanita dan ruang shalat tambahan pada saat shalat Jumat. Jumlah luas dari keempat lantai ini adalah 1.360 meter persegi.

Ketika memasuki ruang shalat utama, kita akan dimanjakan oleh keindahan interior masjid yang dihiasi oleh berbagai hiasan khas gaya Usmani klasik, diantaranya adalah sebuah mihrab berukir dan mimbar tinggi yang terbuat dari batu marmer sebagai tempat untuk khatib berkhutbah. Sebuah lampu hias besar menggantung di kubah utama. Bagian pusat dari kubah utama ini dihiasi kaligrafi surat Al-Ikhlas yang terbuat emas 23 karat. Kaligrafi bahasa Arab bertuliskan nama Allah, Muhammad, Abu Bakar, Umar, Usman, Ali, Hassan, dan Hussain menghiasi bagian atas kedelapan pilar penyangga kubah utama. Setiap dinding masjid dihiasi oleh berbagai kaligrafi bahasa Arab dan hiasan berbentuk tumbuhan atau geometri. Batu marmer yang digunakan untuk pembangunan masjid ini ditambang dan diproses di Pulau Marmara, sedangkan keramiknya didatangkan dari kota Iznik di Turki.

Tinggi kedua menara kembar dan kubah dari masjid yang letaknya berdekatan dengan Bandar Udara Internasional Tempelhof ini sempat menjadi permasalahan. Pemerintah setempat menggugat pihak DITIB (Organisasi Keagamaan Persatuan Islam Turki) selaku pembangun Masjid Sehitlik karena telah membangun menara dan kubah dengan tinggi yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Tinggi menara kembar dari masjid ini adalah 37,10 meter, sedangkan pada kesepakatan awal tinggi menara yang disepakati hanya 28,60 meter. Tinggi kubah yang kini mencapai 21,30 meter ternyata lebih tinggi 4,10 meter dari kesepakatan awal. Oleh karena itu, demi mempertahankan bangunan masjid ini, DITIB akhirnya membayar denda sebesar 80.000 euro atau sekitar 1,2 milyar rupiah.

Luas seluruh kompleks Masjid Sehitlik adalah 2.805 meter persegi. Luas ini meliputi bangunan masjid yang multifungsi, kantor pengurus masjid, mini market, pemakaman, dan taman. Masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat muslim di Berlin, khususnya umat muslim yang tinggal di distrik Neukoeln dan Kreuzberg. Di masjid ini selalu diselenggarakan kegiatan keagamaan sebagaimana di masjid lainnya, seperti shalat jumat dan pengajian. Warga nonmuslim pun sering datang ke masjid ini ketika digelar acara open house atau pada kesempatan lainnya untuk mengenal Islam lebih dekat.

Masjid Sehitlik hanyalah salah satu masjid diantara 2.200 lebih masjid yang bertaburan di seantero Jerman. Hingga kini jumlah masjid di Jerman kian bertambah dengan pesat seiring dengan bertambahnya jumlah umat muslim Jerman yang sampai kini sudah mencapai lebih dari 4,3 Juta jiwa.

Masjid Tertua di Cina


Di kota Guangzhou, ibu kota Provinsi Guangdong berdiri masjid tertua di China, yaitu Masjid Abi Waqqas. Sebuah masjid dengan gaya arsitektur khas China berdiri dengan anggun. Namun, yang menjadi pusat perhatian di tempat ini adalah makam Saad bin Abi Waqqas, yang diyakini sebagai paman Nabi Muhammad SAW. Abi Waqqas sendiri adalah penyebar Islam pertama di China.

Makam Abi Waqqas kerap dikunjungi warga muslim dari berbagai negara, terutama dari Timur Tengah. Abi Waqqas diyakini masuk ke China pada 640 M atau delapan tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad. Namun, ada juga data yang menyebutkan bahwa ia datang ke China saat Nabi Muhammad masih hidup.

Masjid lainnya di Guangzhou yang memiliki nilai sejarah adalah Masjid Huaisheng. Masjid yang berusia sekitar 1.300 tahun ini merupakan masjid tertua di China dan dibangun sebagai penghormatan terhadap Nabi Muhammad. Arsitekturnya perpaduan gaya Timur Tengah dan gaya tradisional Suku Han.

Masjid yang terletak di Guangta Road ini pernah dibangun kembali pada masa Dinasti Yuan dan Dinasti Ming. Dan kini, masjid ini menjadi tempat persinggahan warga muslim di Guangzhou. Bahkan masjid ini kerap dikunjungi warga muslim dari berbagai negara.

Negeri Kaya Raya, Rakyatnya Terlunta-lunta

وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ ﴿٣٠﴾
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS. As-Syura [42] : 30).
Sampai 2009 konon Freeport sudah berhasil mengeruk lebih dari 7 juta ton tembaga dan sekitar 725 juta ton emas. Harganya setara dengan Rp 290.000.000 triliun.
Bila belanja Negara (Indonesia) per tahun sekitar Rp 1.000 triliun, maka dari hasil emas Papua itu saja (belum yang lain-lain) sudah bisa memenuhi kebutuhan belanja negara selama 290.000 tahun alias 2.900 abad. Diperkirakan, hingga tahun 2041 masih terdapat cadangan tembaga sebanyak 18 juta ton, dan cadangan emas sekitar 1.430 ton.
Belum lagi kekayaan hutan dan laut. Namun kekayaan yang melimpah ruah itu semua kenyataannya berbeda dengan kondisi warga. Warga belum tentu tercukupi sandang-pangan-papan dan lapangan kerja. Sehingga, banyak yang mencari kerja ke luar negeri sebagai babu.
Di negeri orang, ratusan ribu babu berasal dari negeri yang kekayaan alamnya melimpah ruah ini ada yang mendapat perlakuan tidak manusiawi disamping tidak memperoleh upah, sebagaimana terjadi pada Sumiati, Husna, Rohani, Kikim Komalasari dan sebagainya (lihat Derita Korban Kejahatan Pengiriman Babu-babu, nahimunkar.com, edisi December 1, 2010 10:14 pm).
Pepatah lama mengatakan: Ayam bertelur di lumbung padi, mati kelaparan. Kata-kata itu dulu hanya dianggap biasa, bahkan seakan mengada-ada, namun kini bagi yang arif dan tidak mati rasa tentu akan mampu menyerap maknanya bahwa itu adalah sindiran yang luar biasa terhadap keadaan yang aneh tapi nyata ini.
Beberapa waktu lalu sejumlah harian nasional mempublikasikan jalinan kerja sama antara PT Pertamina dengan Exxon Mobil Corporation untuk mengelola Blok Natuna Timur (sebelumnya bernama Blok Natuna D Alpha), yang memiliki kandungan gas alam terbesar di dunia. Yaitu, sebesar 222 triliun kaki kubik potensi gas alam senilai Rp 6.287,25 triliun.
Posisi Blok Natuna Timur yang ditemukan sejak 1973 ini, berada pada kilometer 225 sebelah timur laut Pulau Natuna. Sedangkan Pulau Natuna sendiri terletak di kilometer 600 sebelah timur laut Singapura dan di kilometer 1.100 sebelah utara Jakarta. Cadangan gas alam di sini diperkirakan dapat dieksplorasi selama 30 tahun ke depan. (Republika online edisi Sabtu, 04 Desember 2010)
Dalam hal ini, Pertamina merasa tidak dapat mengelola kekayaan alam itu sendirian, karena memerlukan investasi besar (sekitar 52 miliar dolar AS) dan membutuhkan penerapan teknologi tinggi.
Sebelum akhirnya diputuskan Exxon Mobil Corporation dari Amerika Serikat sebagai mitra yang pas, ada tujuh peminat lain yang berasal dari berbagai negara, yaitu Shell (Belanda), Statoil (Norwegia), Total (Prancis), Chevron (Amerika), Eni SpA (Italia), China National Petrolium Corporation (Cina), Petronas (Malaysia).
Sebelum bernama Pertamina, perusahaan minyak dan gas bumi yang dimiliki Pemerintah Indonesia ini, pada awal berdirinya (sejak tanggal 10 Desember 1957) bernama PT PERMINA. Barulah pada tahun 1971 bernama PERTAMINA.
Perusahaan ini didirikan dengan maksud untuk menyelenggarakan usaha di bidang minyak dan gas bumi, baik di dalam maupun di luar negeri serta kegiatan usaha lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha di bidang minyak dan gas bumi tersebut. Sehingga, dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kegiatan ekonomi untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Sedangkan Exxon Mobil Corporation, didirikan sejak 1911 dengan nama EXXON. Barulah pada 30 November 1999, perusahaan penghasil dan pengecer minyak ini bernama EXXONMOBIL setelah terjadinya penggabungan antara Exxon dan Mobil. Penghasilan ExxonMobil pada tahun 2005 mencapai 371 milyar dolar Amerika, dengan jumlah karyawan di seluruh dunia mencapai 88.300 orang.
Di Indonesia, kehadiran ExxonMobil sudah lebih dari seratus tahun, khususnya dalam melakukan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi ladang gas dan minyak di sini, terutama di Aceh, Sumatera Utara, dan Blok Cepu (Jawa Tengah dan Jawa Timur).
Dalam upayanya itu, Exxon bekerja sama dengan PT Arun dan PT Pertamina. Di Blok Cepu cadangan minyak di kawasan ini diperkirakan mencapai lebih dari 600 juta barrel, dan kandungan gas alam yang signifikan. (Kompas, Selasa, 26 Januari 2010)
Selain memiliki kekayaan gas alam, Indonesia juga memiliki kekayaan lain berupa emas, tembaga, perak, molybdenum, rhenium. Kesemuanya berada di tanah Papua, dan dikelola oleh Freeport, sebuah perusahaan pertambangan asal Amerika Serikat dan penghasil emas terbesar di dunia.
Di Indonesia, khususnya di tanah Papua, Freeport melakukan eksplorasi di dua tempat, yaitu kawasan tambang Erstberg (sejak 1967) dan kawasan tambang Grasberg (sejak 1988). Selain itu, Freeport juga mengeksplorasi tembaga di kawasan Tembaga Pura, Kabupaten Mimika.
Sampai 2009 konon Freeport sudah berhasil mengeruk lebih dari 7 juta ton tembaga dan sekitar 725 juta ton emas. Setara dengan Rp 290.000.000 triliun bila dikalikan dengan harga emas saat ni yang mencapai Rp 400.000 per gram (725.000.000.000.000.000 X 400.000 = 290.000.000.000.000.000.000). Bila belanja negara per tahun sekitar Rp 1.000 triliun, maka dari hasil emas Papua bisa memenuhi kebutuhan belanja negara selama 290.000 tahun. Diperkirakan, hingga tahun 2041 masih terdapat cadangan tembaga sebanyak 18 juta ton, dan cadangan emas sekitar 1.430 ton.
Belum lagi kekayaan hutan dan laut. Namun itu semua tidak membuat rakyatnya tercukupi sandang-pangan-papan dan lapangan kerja. Sehingga, banyak yang mencari kerja ke luar negeri sebagai babu.
Di negeri orang, para babu ini ada yang mendapat perlakuan tidak manusiawi disamping tidak memperoleh upah, sebagaimana terjadi pada Sumiati, Husna, Rohani, Kikim Komalasari dan sebagainya (lihat Derita Korban Kejahatan Pengiriman Babu-babu, nahimunkar.com, edisi December 1, 2010 10:14 pm).
TKI Terlantar
Ada juga, yang dalam upayanya mencari kerja di negeri orang, mereka terlunta-lunta, terlantar, atau ditelantarkan oleh bangsanya sendiri yang bertindak sebagai penyalur tenaga kerja, meski sudah membayar sejumlah rupiah dalam jumlah yang sangat besar untuk ukuran rakyat biasa.
Sebagaimana pernah terjadi pada Ardi alias Ardi Rumekso alias Ardi Spanyol, warga Jalan Jatiluhur RT 001 RW 005 no. 297, Kelurahan Ngesrep, Kecamatan Banyumanik, Kodya Semarang, Jawa Tengah.
Pada suatu hari, 15 September 2007, Ardi mendapat informasi tentang adanya peluang bekerja di luar negeri melalui perusahaan pengerah tenaga kerja Anugerah Presidian. Nama Anugerah Presidian diambil dari nama salah satu anak Pak Koesno, mantan pejabat Depnaker Semarang, yang ketika masih aktif berdinas, konon ia mengurus penempatan tenaga kerja Indonesia untuk magang kerja ke Jepang. Selain itu, Koesno juga dikenal sebagai salah satu tenaga pengajar di sebuah perguruan tinggi.
Dorongan ingin memperbaiki taraf hidup, dan tumbuhnya kepercayaan kepada sosok Koesno di atas, membuat Ardi tidak ragu-ragu mentransfer sejumlah uang, agar ia bisa ditempatkan di luar negeri untuk bekerja dengan penghasilan yang diharapkannya tinggi. Maka, pada tanggal 24 September 2007 Ardi pun mentransfer uang pembayaran via BNI sebesar Rp 40 juta ke rekening Anugerah Presidian di Bank Mandiri.
Sekitar dua belas hari kemudian (06 Oktober 2007), Ardi melakukan pembayaran lagi untuk keperluan notaris. Hampir sebulan kemudian (tanggal 05 November 2007), Ardi kembali menstransfer uang sebesar Rp 20 juta ke sebuah rekening bernomor 135.000517 6530.
Meski demikian, Ardi baru diberangkatkan pada 24 Maret 2008 menuju Prancis. Ia dan Kasmuri tiba di Prancis pada tanggal 25 Maret 2008. Sehari kemudian, tanggal 26 Maret 2008, Ardi dan Kasmuri sudah tiba di Spanyol.
Harapan mendapatkan pekerjaan yang layak, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup, buyar sudah. Kondisi hidup di Spanyol justru lebih buruk dibanding saat ia masih berada di tanah air. Ardi dan Kasmuri ditempatkan di sebuah penampungan di Caspe, sekitar 100 kilometer arah timur dari provinsi Zaragoza, Spanyol.
Di Caspe ini Ardi dan kasmuri ditampung di garasi. Di tempat ini semua aktivitas seperti makan, mandi, mencuci dan menjemur pakain, serta memasak dilakukan. Di garasi ini terdapat 15 orang asal Indoneisa, termasuk Ardi dan Kasmuri, hidup berdesakan tanpa penghangat.
Bahkan, perlengkapan tidur pun tidak disediakan, sehingga Ardi dan Kasmuri harus mengais-ngais dari tempat sampah. Urusan makan juga bermasalah. Sehari hanya diberi makan dua kali, itu pun sering terlambat. Bahkan, kadang makanan tak tersedia, sehingga Ardi dan kawan-kawan harus ngemis-ngemis bahan makanan kepada orang Spanyol, atau mencuri-curi di kebun dan mencari sisa-sisa makanan orang Spanyol.
Tak tahan berada dalam kondisi di bawah garis kemanusiaan, akhirnya Ardi dan Kasmuri memutuskan untuk kembali ke tanah air. Tanggal 15 Mei 2008, Ardi dan kasmuri akhirnya bisa pulang ke Indonesia, berkat perjuangan keluarga di tanah air.
Sekitar jam 10:25 waktu setempat, Ardi dan kasmuri bertolak dari bandara Spanyol dengan penerbangan SQ377. Keesokan harinya, tanggal 16 Mei 2008, mereka tiba di Singapura sekitar pukul 07:35 pagi, dan pada pukul 09:25 wib mereka sudah mendarat di Jakarta dengan SQ 954.
Ardi menyimpulkan, praktik yang dilakukan Koesno dan anak-anaknya adalah penipuan dan pelecehan terhadap bangsa sendiri. Sebelum berangkat, Ardi dijanjikan mendapat handphone dan uang saku 500 Euro.
Itu semua merupakan paket yang layak diterimanya setelah membayar biaya sebesar Rp 60 juta lebih. Ternyata, janji itu palsu. Ardi sama sekali tidak dibekali handphone, bahkan uang saku yang ia terima hanya sebesar 250 Euro, itu pun setelah Ardi ngotot.
Begitu juga dengan masalah penginapan, yang dijanjikan gratis, ternyata diharuskan membayar sebesar 80 Euro setiap bulannya. Masih ditambah biaya makan sebesar 1 Euro per hari untuk dua kali makan saja. Bila sudah mendapatkan pekerjaan, dikenai biaya sebesar 5 Euro (ongkos transport) per hari.
Masih ada lagi. Bagi yang sudah bekerja, dikenakan biaya sewa papael (surat kerja resmi) sebesar 3 Euro per hari. Padahal, para pekerja tidak selalu mendapat upah. Ada kalanya meski sudah bekerja selama dua minggu, upah yang seharusnya dibayarkan sama sekali tidak diterima. Dokumen keimigrasian seperti paspor juga tidak diurus. Begitu juga dengan surat kesehatan dan dokumen lainnya, tidak gratis tetapi dikenakan biaya sebesar 100 Euro.
Ardi adalah salah satu rakyat Indonesia yang kaya. Namun ia harus mengais rezeki di negeri orang. Itu pun tidak berhasil, meski ia sudah keluar modal sebanyak Rp 60 juta lebih. Ia tidak dianiaya oleh majikannya yang orang asing, tetapi ditipu oleh bangsanya sendiri. Bagaimana bangsa lain mau menghargai bangsa Indonesia, bila orang semacam Ardi tidak dihargai oleh bangsanya sendiri, bahkan diperlakukan lebih rendah dari pembantu.
Nasib serupa Ardi juga dialami Winanto (24 tahun), warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Uang yang disetorkan Winanto untuk bisa bekerja di Malaysia, tidak sebesar Ardi, tetapi ‘hanya’ Rp 4,5 juta saja. Uang sebanyak itu ia setorkan pada bulan Mei 2008 kepada M (38 tahun) warga Desa Blemben, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, yang selama ini dikenal sebagai calo TKI.
Kepada Winanto, sang calo TKI menjanjikan akan memberangkatkan Winanto dengan pesawat udara ke Malaysia. Ternyata, pada Juni 2008 Winanto dan lima calon tenaga kerja asal Ponorogo lainnya, diberangkatkan ke Dumai (Kepulauan Riau) dengan bus antar kota.
Di Dumai, Winanto dan kawan-kawan ditempatkan di sebuah ruko, dan ditelantarkan, tanpa ada kejelasan kapan akan berangkat ke Malaysia. Selama dua minggu lebih tanpa ada kejelasan. Tiba-tiba, calo TKI berinisial I meminta uang sebesar Rp 2 juta per orang dengan alasan untuk membeli tiket kapal laut menuju Malaysia. Konon, sang calo di Dumai ini sama sekali tidak menerima uang dari M (calo TKI asal Ponorogo).
Winanto tak punya uang sebanyak itu. Akhirnya ia berhasil menghubungi kerabatnya di Pekanbaru, minta bantuan dana agar bisa kembali ke Madiun. Pertengahan Agustus 2008 Winanto berhasil kembali ke kampung halamannya. Peristiwa tersebut ia laporkan ke Polwil Madiun.
Nasib Winanto masih lebih beruntung, bila dibandingkan dengan nasib Sri Harini asal Kendal, Jawa Tengah. Gadis kelahiran tahun 1983 ini sudah bekerja sejak September 2006 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).
Pada pertengahan September 2008, keluarga sang majikan mengajak Sri berlibur ke Muenchen, Jerman. Ternyata, upaya itu bagian dari rencana sang majikan menelantarkan Sri Harini. Ketika sedang asyik berbelanja di pusat perbelanjaan tiba-tiba mereka meninggalkan Sri begitu saja.
Sri Harini ditinggalkan begitu saja di Jerman, tanpa uang dan tanpa dokumen. Sang majikan yang tergolong kasar, mudah marah, dan emosional untuk hal-hal sepele, menyimpan dokumen keimigrasian Sri Harini.
Berada di negeri asing tanpa uang dan dokumen, membuat Sri hanya bisa menangis, dan menangis, sampai akhirnya ia ditolong laki-laki budiman bernama Shafiq, warga Jerman keturunan Turki.
Selama dua bulan Sri ikut membantu dua toko yang dimiliki Shafiq. Sementara itu Shafiq berusaha terus mencari nomor telepon kantor perwakilan RI yang bisa dihubungi. Akhirnya, Sri mendapat pertolongan dari Konjen RI di Frankfurt.
Dari Grobogan, Jawa Tengah, pernah terbetik kabar tentang tujuh calon tenaga kerja Indonesia yang ditelantarkan meski sudah menyetorkan uang puluhan juta ke perusahan pengerah tenaga kerja PT Avco Jaya Manunggal, yang sejak dua setengah tahun sebelumnya berjanji akan memberangkatkan mereka paling lambat Desember 2009 ke Korea, namun hingga pertengahan Januari 2010 tak kunjung terlaksana.
Ketujuh calon TKI ini adalah Pujianto (29 tahun), telah menyerahkan uang sebesar Rp 22,5 juta. Purnami (36 tahun), warga Desa Gundi, Godong, telah menyerahkan uang sebesar Rp 21 juta. Sumini (32 tahun), warga Desa Rajek, Godong, telah menyerahkan uang sebesar Rp 22,5 juta. Sri Wahyuni (31 tahun), warga Desa Bugel, Godong, telah menyerahkan uang sebesar Rp 28 juta.
Lainnya, yaitu Nuryanto (25 tahun) warga Desa Nambuhan, Purwodadi, telah menyerahkan uang sebesar Rp 21,5 juta. Sedangkan Juni (29 tahun) warga Jatisono, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, telah menyerahkan uang sebesar Rp 24,5 juta. Yang paling banyak menyetor uang adalah, Kartini (30 tahun), warga Desa Werdoyo, Kecamatan Kebongagung, Kabupaten Demak, sudah menyerahkan uang senilai Rp 35 juta.
PT Avco Jaya Manunggal yang berkantor di Dusun Deresan, Desa Beringin, Kecamatan Godong ini untuk meyakinkan korbannya, membekali mereka dengan sejumlah pendidikan, setelah korban menyetor uang dalam jumlah banyak.
Nasib Serli, TKI asal NTT lain lagi. Serli sudah sejak tahun 2007 lalu bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga di Malaysia. Setiap hari Serli harus bekerja dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB dini hari tanpa istirahat, dan hanya diberi makan 2 kali sehari, dengan makan malam berupa mie instan, dan tidak dibayarkan gajinya sejak awal bekerja. Selain itu, Serli kerap disiksa serta dipukuli majikannya.
Pada April 2010, majikannya mengirm Serli pulang, tanpa alasan yang jelas. Serli hanya dibekali uang sebesar Rp 1 juta, dan disuruh naik pesawat jurusan Padang. Di Padang, Serli terlantar. Akhrnya ia dipulangkan oleh Disnakertrans Sumatera Barat dan LSM Nurani Perempuan ke kampung halamannya pada 4 Mei 2010.
Bila Serli terlantar di Padang, Sumatera Barat, yang masih bagian dari negerinya sendiri, nasib yang lebih pahit dialami Jumiati (26 tahun), tenaga kerja asal Desa Larangan, Kecamatan Larangan, Brebes, Jawa Tengah. Ia ditelantarkan di Sri Langka, setelah sebelumnya menjadi korban kekerasan majikannya saat bekerja di Arab Saudi.
Jumiati berangkat ke Riyadh, Arab Saudi pada 9 November 2009. Karena tak tahan diperlakukan majikannya, Jumiati akhirnya kabur ke KBRI di Arab Saudi. Gaji dua bulan Jumiati habis digunakan untuk mengurus permasalahannya. Namun, Jumiati justru dikembalikan ke majikannya oleh pihak KBRI dan agensi yang mengirimnya kerja ke Riyadh.
Sekitar Juli 2010, sang majikan berkunjung ke rumah adiknya di Sri Langka. Jumiati dibawa serta, kemudian dipekerjakan untuk merawat anak adik sang majikan yang masih bayi. Di sinilah Jumiati terlantar. Ia ingin pulang karena kondisinya sakit-sakitan, sebagaimana diceritakan Nurcholis (30 tahun) suami Jumiati.
Kasus TKI terlantar akibat ditipu tekong (calo) dialami oleh Mita Marwati (30 tahun) asal Semarang dan Salmi (45 tahun) TKW asal Boyoli Jawa Tengah. Mita dijanjikan bekerja di sebuah perusahaan di Malaysia dengan gaji 600 ringgit per bulan ditambah tips dan bonus tiap hari.
Ternyata, setelah membayar sejumlah uang, Mita hanya sampai di tempat penampungan di pantai impian, Tanjungpinang. Selama berada di penampungan singgah, Mita dua kali dipukul Asni salah seorang tekong yang menampungnya. Beruntung Mita bisa meloloskan diri hingga sampai di rumah singgah Engku Putri Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.
Hampir sama dengan Mita, Salmi mengaku ditipu tekong dengan cara ditinggalkan di atas kapal Bukit Raya, sesaat setelah tiba di pelabuhan Kijang-Bintan. Sebelumnya, Salmi mengaku dijanjikan akan dipekerjakan di luar negeri dengan gaji Rp 1,5 juta per bulan. Untuk itu, Salmi dimintai uang Rp 1 juta.
Sebelum sampai di rumah singgah Engku Putri, Salmi sempat tidur selama berhari-hari di pelabuhan Kijang, kadang di semak atau di gubuk yang ditemuinya. Salmi akhirnya ditolong seorang tukang ojek setelah sebelumnya berjalan bebeberapa hari tanpa tujuan. Oleh tukang ojek, Salmi diantar ke kantor polisi di Kijang. Polisi kemudian merujuk Salmi ke rumah singgah Engku Putri.
Akhirnya, Mita dan Salmi pada tanggal 04 Oktober 2010 dipulangkan ke kampung halaman masing-masing, setelah pihak pengelola rumah singgah Engku Putri menghubungi Pemda Jawa Tengah.
Seharusnya, rakyat Indonesia tidak perlu sampai repot-repot mencari kerja ke luar negeri, karena dengan kekayaan alamnya yang sedemikian melimpah, bila dikelola dengan baik mampu memberikan lapangan pekerjaan bagi sebagian besar rakyatnya. Dengan kekayaan alam yang melimpah, kesejahteraan rakyat dapat dijamin berada pada tingkatan yang membanggakan.
Fakta tentang kekayaan alam Indonesia yang melimpah berhadapan dengan fakta tentang rakyatnya yang harus cari kerja ke luar negeri, menunjukkan bahwa keberkahan telah sedemikian jauh dari bangsa kita. Mungkin, karena syari’at Islam yang seharusnya dijadikan landasan hidup berbangsa dan bernegara hanya dijadikan komoditas politik semata.
Itu semua salah siapa?
Jawabannya adalah benarlah firman Allah Ta’ala,
وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ ﴿٣٠﴾
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS. As-Syura [42] : 30).
Wujud kesalahan itu di antaranya apa?
Ini jawabannya:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ ، قَالَ : أَقْبَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ : ” يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ ، خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ ، وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ ،
لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ ، حَتَّى يُعْلِنُوا ، بِهَا إِلَّا فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ ، الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمُ الَّذِينَ مَضَوْا ،
وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ ، إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ ، وَشِدَّةِ الْمَئُونَةِ ، وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ ،
وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ ، وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا
وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ ، وَعَهْدَ رَسُولِهِ إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ ، فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ
وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ ، وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ “4019 (ابن ماجة ) مسند الصحابة في الكتب التسعة – (ج 17 / ص 194)
Dari Abdullah bin Umar, ia berkata, Rasulullah saw menghadapi kami lalu bersabda: Wahai orang-orang Muhajirin, lima perkara jika kamu ditimpa lima perkara ini (maka keadaanmu mengalami bermacam-macam adzab) aku mohon kepada Allah agar kamu tidak mendapatinya.
(1) tidaklah perbuatan keji (zina) yang dilakukan secara nampak hingga terang-terangan di suatu kaum kecuali akan tersebar wabah penyakit tho’un dan penyakit-penyakit lainnya yang tidak ada pada orang-orang terdahulu mereka yang telah lalu.
(2) tidaklah orang-orang mengurangi takaran dan timbangan kecuali mereka akan disiksa dengan paceklik, sulitnya (bahan) kebutuhan, dan dhalimnya penguasa atas mereka.
(3) tidaklah mereka menahan zakat harta mereka kecuali akan ditahan pula untuk mereka hujandari langit, dan seandainya bukan karena (adanya) hewan-hewan maka mereka (manusia tak bayar zakat harta itu) tidak dihujani.
(4) dan tidaklah orang-orang membatalkan janji Allah dan janji Rasul-Nya kecuali Allah akan menjadikan musuh dari selain mereka (yakni orang-orang kafir) maka mereka (musuh) itu mengambil sebagian apa yang ada di tangan mereka (pembatal janji itu).
(5) dan selagi pemimpin-pemimpin (pemerintahan, bangsa, masyarakat) mereka tidak berhukum dengan kitab Allah, dan mereka memilih-milih dari apa yang diturunkan Allah (maka tiada lain) kecuali Allah menjadikan keganasan satu sama lain di antara mereka. (HR Ibnu Majah no 4019, hasan menurut Al-Albani dalam As-Silisilah As-Shohihah 106/ 4009).
Bagaimana mau tidak diadzab dengan aneka derita, semua dari lima keburukan itu sudah dilanggar seluruhnya. Zina bukan lagi terang-terangan, malah dijadikan bisnis.
Hingga Gubernur Jawa Timur memerintahkan agar pusat pelacuran di Surabaya ditutup saja walikotanya padahal perempuan justru ngeyel, menolak dengan alasan yang dibuat-buat.
Itu belum masalah zina di seantero negeri dengan aneka kasusnya dari pembantu rumah tangga sampai tingkat aparat dan anggota dewan yang terhormat, apalagi artis, jangan dikata lagi!
Pembaca yang kami hormati, bagaimana zina telah dipersilakan di negeri ini, sampai seorang ibu pun ada yang mempersilakan anaknya yang masih umur 13 tahun untuk berzina.
Nia Dinata, sineas (orang yang ahli tentang cara dan teknik pembuatan film) yang kerap mengangkat tema perempuan menyatakan kepada anaknya (ABG lelaki 13 tahun), untuk melakukan seks tidak harus pergi jauh-jauh dari Indonesia.
Silakan kamu lakukan di Tanah Air tapi kamu harus tahu tentang bagaimana penyakit menular, HIV/AIDS dan lain sebagainya.
“Silakan kamu melakukan itu dengan pacarmu tapi dengan syarat sama-samamau. Tapi kamu tahu dulu tentang sex education. Tentunya, satu sama lainharus bisa bertanggung jawab atas perbuatannya,” katanya. (okezone, ABG Impikan ke Belanda Demi Seks Bebas, Senin, 6 Desember 2010 – 08:51 wib)
Benarlah firman Allah Ta’ala dalam surat An-Nas, untuk berlindung kepada Allah dari bisikan syetan di dada-dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.
Nia Dinata juga dikenal membela pornografi dengan bukti gigihnya memprotes rancangan undang-undang anti pornografi.
Pembelaannya terhadap pornografi itu dapat dibaca di (http://www.nahimunkar.com/cewek-cewek-penentang-uu-pornografi-buruk-muka-cermin-dibelah dapat juga dibaca di buku Pangkal Kekeliruan Golongan Sesat, oleh Hartono Ahmad jaiz dkk, Pustaka Nahi Munkar, Jakarta, 2009, hal 331-334).
Dan itu bukan hanya dalam hal bermaksiat, tetapi sudah sampai pada cara berfikir, sehingga ketika ada artis yang ditolak masyarakat ketika mau mencalonkan diri sebagai kepala daerah karena telah dikenal sebagai wanita yang berpenampilan seronok alias umbar aurat, tahu-tahu ada yang mengqiyaskannya dengan Nabi. Sama-sama semula ditolak warga, kata seorang artis yang dikenal sebagai pengacara.
Astaghfirulloh… Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ditolak karena mentauhidkan Allah, penolaknya itu orang-orang kafirin musyrikin yang memang benci kepada aturan Allah.
ha kalau artis seronok, ditolaknya itu karena mengumbar aurat alias pengusung maksiat, sedang yang menolaknya itu masyarakat yang justru taat kepada Allah. Itulah cara berfikir seorang pembela yang sangat dungu, menyamakan antara emas dengan kotoran manusia hanya karena sama-sama kuningnya.
Keburukan yang kedua, curang dalam takaran dan timbangan. Di mana di negeri ini yang orang-orangnya bersih dari itu. Dari penujual barang di pinggir jalan sampai di tempat yang mewah banyak sekali pelaku-pelaku curangnya. Penulis pernah naik taksi menuju ke satu pergedungan. Tukang taksi bertanya, Pak di gedung itu isinya yang paling banyak apa Pak?
Saya jawab, ya orang bekerja dan sebagainya.
Dia bantah dengan perkataan: Bukan Pak. Isinya paling banyak ya maling.
Astaghfirullah… tukang taksi itu masih saja ngoceh dan saya mengelus dada sambil senyum kecut.
Ketika isinya seperti itu, maka apabila yang memimpin negeri itu dhalim, maka sudah sesuai dengan hadits tersebut. Ini bukan menjustifikasi pemimpin yang dhalim, ini hanya analisis kenyataan.
Keburukan lainnya, membatalkan janji Allah dan janji Rasul-Nya, sudah tidak dapat dihitung lagi. Mulutnya bersyahadat, bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang haq disembah selain Allah.
Namun betapa banyaknya orang yang rajin meminta-minta mengenai nasib hidupnya ke dukun, ke isi kubur –malahan dipimpin oleh orang-orang bersorban atau perempuan berjilbab rapat dan perginya itu dengan istilah yang seolah Islami, yakni tour ziarah, tour religi dan sebagainya.
Kesesatan tentang ini dapat dibaca di buku Pendangkalan Akidah Berkedok Ziarah. Di samping itu juga banyak yang berdoa atau menyembah, atau minta berkah atau minta dihindarkan dari mala petaka ke batu, gunung, laut, bahkan kerbau dan sebagainya dengan aneka upacara dan cara.
Aneka kemusyrikan pun merajalela. Tidak dapat dihitung lagi, dan itu sering justru disponsori penguasa. Itu berarti membatalkan janji Allah dengan dipimpin oleh penguasa setempat.
Juga membatalkan janji Rasul, untuk mengikuti Rasul dalam ibadah kepada Allah, tetapi betapa banyaknya bid’ah-bid’ah yang mereka buat. Ada shalawat bikinan yang tidak disyari’atkan seperti apa yang disebut Shalawat Nariyah.
Shalawat Nariyah telah dikenal oleh banyak orang. Mereka beranggapan, barangsiapa membacanya sebanyak 4.444 kali dengan niat agar kesusahan dihilangkan, niscaya akan terpenuhi.
Ini adalah anggapan batil yang tidak berdasar sama sekali. Apalagi jika kita mengetahui lafadh bacaannya, serta kandungan syirik yang ada di dalamnya. Mengandung kemusyrikan menurut Syaikh Jamil Zainu, karena ada lafal
… محمد، الذي تنحل به العقد وتنفرج به الكرب، وتقضى به الحوائج
…Muhammad, yang dengan beliau terurai segala ikatan, hilang segala kesedihan, dipenuhi segala kebutuhan,…
Bagaimana mungkin Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam akan rela, jika dikatakan bahwa beliau kuasa menguraikan segala ikatan dan menghilangkan segala kesedihan. Padahal Al-Qur’an menyeru kepada beliau untuk memaklumkan:
قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ(188)
“Katakanlah, ‘Aku tidak kuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, niscaya aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-A’raf [7] : 188)
(Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu, Minhajul Firqah An-Najiyah wat Thaifah Al-Manshurah, diterjemahkan Ainul Haris Umar Arifin Thayib Lc, Jalan Golongan Selamat, Darul Haq, Jakarta, cet. I, 1419 H, hlm. 173-176. Lihat pula di buku Hartono Ahmad Jaiz, Aliran dan Paham Sesat di Indonesia, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, cetakan 7, 2004M, halaman 266-268).
Ada juga shalat bikinan yang tidak disyari’atkan seperti shalat Raghaib di awal bulan Rajab, dan ada juga perayaan-perayaan atau upacara-upacara bikinan atas nama agama yang tidak disyari’atkan. Itu yang mereka semarakkan dan dibela mati-matian. Padahal sudah ada ancaman dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَا مِنْ نَبِىٍّ بَعَثَهُ اللَّهُ فِى أُمَّةٍ قَبْلِى إِلاَّ كَانَ لَهُ مِنْ أُمَّتِهِ حَوَارِيُّونَ وَأَصْحَابٌ يَأْخُذُونَ بِسُنَّتِهِ وَيَقْتَدُونَ بِأَمْرِهِ ثُمَّ إِنَّهَا تَخْلُفُ مِنْ بَعْدِهِمْ خُلُوفٌ يَقُولُونَ مَا لاَ يَفْعَلُونَ وَيَفْعَلُونَ مَا لاَ يُؤْمَرُونَ فَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِيَدِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِلِسَانِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِقَلْبِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَيْسَ وَرَاءَ ذَلِكَ مِنَ الإِيمَانِ حَبَّةُ خَرْدَلٍ ».
Dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang nabi yang diutus oleh Allah pada suatu umat sebelumnya melainkan dia memiliki pembela dan sahabat yang memegang teguh sunnah-sunnah dan mengikuti perintah-perintahnya, kemudian datanglah setelah mereka suatu kaum yang mengatakan sesuatu yang tidak mereka lakukan, dan melakukan sesuatu yang tidak diperintahkan. Barangsiapa yang berjihad dengan tangan melawan mereka maka dia seorang mukmin, barangsiapa yang berjihad dengan lisan melawan mereka maka dia seorang mukmin, barangsiapa yang berjihad dengan hati melawan mereka maka dia seorang mukmin, dan setelah itu tidak ada keimanan sebiji sawi.” (Hadits Shahih Riwayat Muslim, No. 71)
Ketika negerinya kaya raya, penduduknya adalah Ummat Islam yang jumlahnya terbesar se-dunia, tetapi ternyata hidupnya tidak berkah, maka tentu ada yang salah. Kesalahannya tidak jauh dari apa yang sudah dituturkan dalam ayat dan Hadits.
Yaitu masyarakat yang curang, membatalkan janji Allah dan janji Rasul-Nya, mengatakan apa-apa yang tidak mereka kerjakan (pidatonya dan ucapannya bagus-bagus, tetapi pelaksanaannya nol besar atau bahkan sebaliknya, misalnya.
Ucapannya melarang kemusyrikan dan bid’ah tetapi lakonnya penuh dengan keburukan sampai yang menyerempet itu, misalnya.) dan mereka mengerjakan apa-apa yang tidak diperintahkan.
Misalnya tidak ada perintah untuk merayakan ini dan itu tetapi mereka rayakan. Tidak ada suruhan untuk upacara ini dan itu (mengenai orang mati, misalnya) tetapi mereka adakan upacara ini dan itu.
Bahkan kadang mereka bela mati-matian, malahan ormas terbesar atas nama Islam pun di barisan depan dalam membela yang tidak diperintahkan itu.
Lha kalau kenyataannya seperti itu, ya wajar. Negerinya kaya raya, warganya terlunta-lunta. Salah siapa?
Ya salah para ulamanya, pemimpinnya, tokohnya, pendidiknya (bahkan atas nama pendidikan Tinggi Islam tetapi isinya menyesatkan –baca buku Ada Pemurtadan di IAIN), dan kesalahan mereka itu menyeret Ummat dan warganya. Akibatnya Allah menjadikan musuh dari selain mereka (yakni orang-orang kafir) maka mereka (musuh) itu mengambil sebagian apa yang ada di tangan mereka (pembatal janji itu).
Dalam hal yang sudah diketahui secara umum, apa yang disebut “kerjasama” pengelolaan bahan-bahan tambang: emas, tembaga, minyak bumi, gas alam dan sebagainya di mana-mana itu adalah ungkapan eufemisme dari isi hadits tersebut. Yaitu orang kafir yang sejatinya adalah musuh mengambil sebagian apa yang ada di tangan Muslimin yang membatalkan janji Allah dan janji Rasul.
Dalam kasus Indonesia, yang diambil oleh kafir musuh itu justru bukan sekadar sebagian, tetapi ada yang menyebutnya bagian terbesar. Akibatnya, untuk menutupi kebutuhan Negara maka warga lah yang diperas dengan apa yang disebut pajak, yang tampaknya semakin menggila, hingga kini sudah dirancang, sampai orang yang makan di warteg (warung tegal) yakni warung kelas rakyat saja akan dipungut pajak.
Bahasa gampangnya, kekayaan yang melimpah itu direlakan untuk orang-orang kafir yang dalam hadits disebut musuh, sedang anak sendiri diperas habis-habisan. Padahal kekayaan yang melimpah itu sebagaimana di awal tulisan ini dari satu sumbernya saja hitungannya sudah mencukupi anggaran Negara selama 2.900 abad. Tetapi justru yang dikeruk adalah apa-apa yang ada di tangan warga, dengan cara memungut pajak.
Perlu diketahui, 70 persen penerimaan negara berasal dari pajak, yang petugasnya adalah para pegawai pajak yang total jumlah karyawan Ditjen Pajak seluruh Indonesia sebanyak 32 ribu orang.
Padahal harta orang Muslim itu dilindungi, makanya pemungut pajak itu sangat diancam dalam Islam.
Dalam sebuah hadits yang shahih Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَا يَحِلُّ مَالُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ إلَّا بِطِيبِ نَفْسٍ مِنْهُ
“Tidak halal harta seseorang muslim kecuali dengan kerelaan dari pemiliknya.”
Adapun dalil secara khusus, ada beberapa hadits yang menjelaskan keharaman pajak dan ancaman bagi para penariknya, di antaranya bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
« إِنَّ صَاحِبَ الْمَكْسِ فِى النَّارِ ».
“Sesungguhnya pelaku/pemungut pajak (diadzab) di neraka.” [HR Ahmad 4/109, Abu Dawud kitab Al-Imarah : 7]
Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dan beliau berkata, ”Sanadnya bagus, para perawinya adalah perawi (yang dipakai oleh) Bukhari-Muslim, kecuali Ibnu Lahi’ah; kendati demikian, hadits ini shahih karena yang meriwayatkan dari Abu Lahi’ah adalah Qutaibah bin Sa’id Al-Mishri”.
Dan hadits tersebut dikuatkan oleh hadits lain, seperti.
عَنْ أَبِي الْخَيْرِ ، قَالَ : عَرَضَ مَسْلَمَةُ بْنُ مُخَلَّدٍ – وَكَانَ أَمِيرًا عَلَى مِصْرَ – عَلَى رُوَيْفِعِ بْنِ ثَابِتٍ ، أَنْ يُوَلِّيَهُ الْعُشُورَ ، فَقَالَ : إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : إِنَّ صَاحِبَ الْمَكْسِ فِي النَّارِ.
“Dari Abu Khair Radhiyallahu ‘anhu beliau berkata ; “Maslamah bin Makhlad (gubernur di negeri Mesir saat itu) menawarkankan tugas penarikan pajak kepada Ruwafi bin Tsabit Radhiyallahu ‘anhu, maka ia berkata : ‘Sesungguhnya para penarik/pemungut pajak (diadzab) di neraka.” (HR Ahmad 4/143, Abu Dawud 2930)
Berkata Syaikh Al-Albani rahimahullah, “(Karena telah jelas keabsahan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Lahi’ah dari Qutaibah) maka aku tetapkan untuk memindahkan hadits ini dari kitab Dha’if Al-Jami’ah Ash-Shaghir kepada kitab Shahih Al-Jami, dan dari kitab Dha’if At-Targhib kepada kitab Shahih At-Targhib.”
Hadits-hadits yang semakna juga dishahihkan oleh Dr Rabi Al-Madkhali hafidzahulllah dalam kitabnya, Al-Awashim wal Qawashim hal. 45. (lihat Pajak dalam Islam (Nasehat untuk Para Pemungut Pajak) Oleh: Abu Ibrahim Muhammad Ali, Majalah Al-Furqon, Edisi I, Tahun VI/Sya’ban 1427/2006.) nahimunkar.com, April 8, 2010 3:43 am, http://www.nahimunkar.com/pajak-dalam-islam.
Setelah jelas duduk soalnya, bahwa semua kesengsaraan di negeri yang kaya raya itu akibat kejahatan manusia itu sendiri, mungkin masih ada pertanyaan: kenapa yang kena sengasaranya kok hanya yang kecil-kecil? Sedang yang gede-gede justru makin senang dan kenyang?
Hal itu ada penjelasan, orang-orang jahat atau aqidahnya rusak tidak diadzab padahal jelas jahat. Karena di lingkungannya ada orang-orang yang beristighfar, minta ampun kepada Allah Ta’ala.
وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ [الأنفال/33]
Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun [*] (QS. Al-Anfal [8] : 33).
[*]. Di antara mufassirin mengartikan yastagfiruuna dengan bertaubat dan ada pula yang mengartikan bahwa di antara orang-orang kafir itu ada orang muslim yang minta ampun kepada Allah.
Dari sisi lain, orang jahat pun ada yang justru sukses dalam kejahatannya. Itulah yang disebut istidraj.
Ada keterangannya dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا رَأَيْتَ اللَّهَ يُعْطِي الْعَبْدَ مِنْ الدُّنْيَا عَلَى مَعَاصِيهِ مَا يُحِبُّ فَإِنَّمَا هُوَ اسْتِدْرَاجٌ ثُمَّ تَلَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ { فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ (رواه أحمد تعليق شعيب الأرنؤوط : حديث حسن وهذا إسناد ضعيف لضعف رشدين بن سعد وباقي رجال الإسناد ثقات؛ والطبرانى فى الكبير ، والأوسط ، والبيهقى فى شعب الإيمان عن عقبة بن عامر)
Dari Uqbah bin Amir dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Jika kalian melihat Allah memberikan dunia kepada seorang hamba pelaku maksiat dengan sesuatu yang ia sukai, maka sesungguhnya itu hanyalah merupakan istidraj.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membacakan ayat: ‘(Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang Telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, Maka ketika itu mereka terdiam berputus asa) ‘. (QS. Al An’am [6] : 44). (HR Ahmad No. 16673 , komentar Syu’aib al-Arnauth: hadits hasan, dan riwayat At-Thabrani dan Al-Baihaqi).
Semoga hal ini menjadi peringatan bagi kita semua. Amien ya Rabbal ‘alamien.
*Hartono Ahmad Jaiz dan Hamzah Tede adalah penulis buku Pendangkalan Akidah Berkedok Ziarah.

I Am Who I Am