Cari Blog Ini

Sabtu, 20 November 2010

Mr. Clean Indonesia

Bagaimana gaya hidup pejabat kita? Barangkali Anda pun membayangkan
seperti ini: memiliki rumah besar senilai Rp 7 miliar lengkap dengan kolam renang, dengan puluhan rumah bernilai di bawah kediaman resmi tersebut. Vila mewah di Puncak. Tanah berhektar-hektar di kampung halaman. Deretan mobil mulai dari Baby Benz, BMW, hingga Pajero.

Demikian pula simpanan uang bernilai miliaran rupiah atas nama istri
dan anak-anak. Semua tersebut memang sulit dipenuhi dengan ukuran gaji
resminya.

Bila Anda membayangkan demikian kehidupan semua pejabat di Indonesia,
tentu anggapan tersebut keliru. Betul, kolusi antara pejabat-pengusaha yang mendatangkan gemerincing uang -- bukan rahasia lagi. Tapi, ternyata -- justru ini merupakan rahasia yang kurang terekspos masih ada segelintir pejabat yang hidup sederhana.

Contohnya adalah :

1. Prof Dr Emil Salim
Spoiler for :

Prof Dr Emil Salim



Meski tiga kali menjadi menteri -- Menteri Perhubungan, Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup (PPLH) serta Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup (KLH) -- Emil justru tak terpikir untuk membeli rumah semasa memangku jabatan. Ia hidup di rumah dinas dengan fasilitas yang disediakan negara.

Sebelumnya, kemenakan H. Agus Salim ini, memang telah memiliki satu rumah di Jl. Tosari No. 75. Dibeli pada 1968, rumah itu dikontrakkan.
Dari kontrakan tersebut, Emil mendapat hasil sampingan yang
ditabungkannya.

Tatkala menepi dari pusaran kekuasaan pada 1993, doktor ekonomi
alumnus Universitas California ini, terpaksa keluar dari rumah dinas.
Akibatnya, ia baru merasa pahitnya, tidak memiliki rumah. "Saya pun
memikirkan untuk membeli rumah," kisah pengurus ICMI ini.

Akhirnya, ia membeli rumah untuk bernaung bagi dirinya dan istrinya.
"Kalau anak-anak barangkali mereka dibawa suami masing-masing,"
ujarnya. Di saat awal pindah ke rumah baru, menurut seorang aktivis
LSM yang dekat dengannya, Emil tidak memiliki peralatan rumah tangga
yang banyak. "Dia sampai kesulitan untuk beli ranjang," kisah aktivis
itu.

Selain dari berbagai sumber pendapatan, Emil mengaku, kini ia dan
keluarganya hidup dari rumah kontrakan.

Kesederhanaan dan hidup lurus yang dikukuhi Emil Salim ini, membuat
Zainul Bahar Noor SE memujinya. "Emil Salim itu sama bersih dengan
pejabat bersih lainnya. Ia teknokrat yang tidak mementingkan uang,"
puji Dirut Bank Muamalat Indonesia (BMI) ini.

2. Mar'ie Muhammad
Spoiler for :

Mar'ie Muhammad



Mar'ie Muhammad pun mengesankan pejabat sederhana dan disebut-sebut bersih. Kesederhanaan Menteri
Keuangan ini, tecermin dari penampilannya sehari-hari: mengenakan
safari ke kantor dan lebih senang dengan sarung cap Mangga dan Gajah
Duduk, bila di rumah.

Bahkan, ia pun menekankan kesederhanaan pada keluarganya. Contohnya,
menurut putri bungsunya Rahmasari, mantan Dirjen Pajak ini tidak
membolehkan anak-anaknya menggunakan mobil ke kampus maupun ke
sekolah. Ia pun memilih membawa keluarganya berumroh -- seperti yang
sedang dilakukannya sekarang -- daripada hura-hura ke luar negeri.

Selain sederhana, ia dikenal tegas dan lurus. Contohnya, ia pernah
disebut menolak anggaran taktis dan biaya perjalanan dinas, yang
dinilainya terlampau besar. Di sisi lain, lelaki penggemar jogging ini
berupaya meningkatkan efisiensi dan berusaha membendung kebocoran di
instansi yang dipimpinnya. Tak mengherankan, ia dijuluki Mr. Clean.

3. Satrio Budihardjo Joedono
Spoiler for :

Satrio Budihardjo Joedono



Semasa memangku jabatan menteri perdagangan, di ruang kerjanya
tersusun guci keramik dan beberapa lukisan. Tapi, ia mengaku membeli
secara kredit, terhadap benda kegemarannya. "Saya tak mampu
membelinya," ujarnya.

Kesederhanaan pun memayungi rumahnya. Saat masih tinggal di kompleks
perumahan menteri, ruang tamunya tidak beraroma kemewahan. Di ruang
tamu rumah bernomor 25 itu, hanya terlihat rangkaian bunga di meja
tamu. Di garasi, ada tiga mobil. Cuma satu yang dimilikinya, mobil
tua. Sedangkan dua lainnya mobil inventaris sebagai menteri dan
pinjaman BPPT.

Kesederhanaannya sempat merisaukan. Ini lantaran Billy akrab dengan
tas kerja yang warna cokelatnya telah memudar. Petugas pun
menggantikannya dengan tas baru saat ia menghadap ke Istana. Ia
menerima tas pemberian tersebut tetapi tetap membawa tas lusuhnya.
Bahkan, ia tidak canggung mengempit tas lusuh ataupun risih dengan
menteri perdagangan dari negara lain, saat pertemuan Kerjasama Ekonomi
Asia Pasifik, November 1994 Lelaki yang karib dipanggil Billy ini pun
dikenal tegas dan lurus. Ia tidak melayani dokumen yang tak memenuhi
persyaratan lengkap. Billy pun dikenal cermat dalam mengunyah laporan
bawahan. "Selamanya dua kali dua adalah empat, bukan delapan," ini
prinsip hidupnya.

4. Ir. Sarwono Kusumaatmadja
Spoiler for :

Satrio Budihardjo Joedono



Menteri Negara Lingkungan Hidup ini dikenal sederhana dan lugas. Mengaku menekankan
pola hidup sederhana hingga pada keluarganya, Sarwono merasa beruntung
dengan kesederhanaan tersebut. "Kita tidak terjebak konsumtif sehingga
terlepas dari keinginan melakukan hal-hal di luar kemampuan diri.
Korupsi merupakan bentuk upaya mencukupi kebutuhan di luar kemampuan
keuangan keluarga." Sarwono pun memiliki prinsip tak akan membeli
barang yang kurang bermanfaat dan barang lelangan. "Ini pesan orangtua
saya sebelum meninggal karena menurutnya pemilik barang lelangan itu
menjual secara terpaksa. Kita jangan hidup di atas penderitaan orang
lain." Sarwono sendiri mengakui dirinya tidak bersih betul dari
perilaku itu. Tapi jika dibanding dengan yang lain, dia merasa
bersyukur berada dalam kondisi yang lebih baik. "Saya senang dibilang
bersih, tapi menurut saya, saya cukup agak bersih-lah," katanya.


Beragam cobaan dialami figur di atas dalam mengemban tugas. Mereka
mengakui godaan tersebut hadir dalam bentuk yang vulgar hingga yang
halus. Cobaan yang vulgar, misalkan, dalam bentuk katabelece.

Demikian pula cobaan halus dalam bentuk kiriman parcel pada saat
lebaran. Berbeda dengan jamaknya parcel, isi keranjang hadiah ini
antara lain cek. Billy semasa memangku jabatan menteri perdagangan
selalu menerima kiriman hadiah dalam bentuk cek bernilai besar.

Bagaimana kiat mereka menepiskan berondongan 'godaan' yang dikirim?
Billy terlebih dulu menyaring parcel yang diterima. "Kalau parcelnya
isinya biasa-biasa kami terima tetapi kalau sudah cek kami tolak,"
kisah Ani Joedono, istri Billy. Kiriman cek tersebut memang tidak
langsung dikembalikan kepada pengirim. Tapi, Billy dan istrinya,
mengoleksinya dalam album. "Kata Bapak ini untuk kenang-kenangan,"
kata Ani.

Demikian juga yang dialami Emil Salim. Semasa memangku jabatan, ia
mengisahkan, awalnya orang memberi bunga. Lalu, kata Emil melukiskan,
meningkat menjadi makanan, pena, jam tangan, dan kemudian dalam bentuk
barang lain. "Yang penting enam bulan pertama. Setelah enam bulan
pertama kau terima kedudukan itu, kau mesti beri signal-signal
(tanda-tanda)," katanya.

Bagaimana ia menangkis pemberian tersebut? "Yang penting enam bulan
pertama yang menentukan. Setelah enam bulan pertama kita terima
kedudukan itu, kita mesti beri signal-signal," ujarnya membeberkan
pengalamannya. Dalam menerima pemberian tersebut, menurutnya, mesti
ada garis tegas. "Katakan lebih dari ini, no!" Tapi, "kita tidak perlu
berteriak mengatakannya tetapi dengan sopan." Dengan demikian, orang
akan mengerti berhadapan dengan siapa.

Setelah itu, menurutnya, barulah dijelaskan, "hei Bung, ini ada sumpah jabatan. Demi Allah saya bersumpah tidak akan menerima hadiah dengan dalih apa pun. Pokoknya sumpah itu berat sekali." Tak sekadar menyadarkan mereka yang hendak
'menyuap', Emil pun mengungkapkan, sebagai kepala keluarga mesti
menertibkan semua keluarga. Demikian juga agar menjadi contoh bagi
keluarga. "Jadi harus kita jelaskan kepada semua keluarga," ujarnya.

Meski demikian, Emil mengembalikan sikap sederhana dan jujur itu,
kepada rasa keberagamaan seseorang. Ia merasa beruntung mendapatkan
pendidikan agama sejak kecil dari kedua orangtua. Pendidikan itu pula
kemudian yang diwariskan kepada anak-anaknya. "Jam kantor itu kan
berada antara waktu Dzuhur dan Ashar.

Bagaimana mungkin kita salat,
menghadap Tuhan Yang Maha Esa sementara di saku terdapat uang
begituan?" Emil memberi ilustrasi. Di sisi lain, ia mengingatkan,
hendaknya kita jangan sampai membuat respek anak hilang gara-gara
tingkah kita. "Kasihan, gara-gara tindakan kita, mereka di sekolah
menjadi bahan gunjingan teman-temannya yang lain." Emil, Sarwono,
Ma'rie, maupun Billy, merupakan segelintir figur yang disebut-sebut
sederhana dan bersih. Meski demikian, tentu masih ada deretan petinggi
lainnya yang memiliki integritas dan dedikasi tinggi terhadap
pekerjaan.

Bahkan, sempat terbetik harapan masyarakat, tak hanya pada petinggi
yang bertype sederhana, juga bagi mereka yang telah lebih dulu kaya
sebelum memangku jabatan. Sekadar menyebut contoh, pengusaha A. Latief
yang memangku jabatan menteri tenaga kerja. Dengan terlebih dulu kaya,
demikian harapan umum masyarakat, mereka justru lebih berdedikasi
terhadap pekerjaannya.

Betul, kesederhanaan tidak menjamin sepenuhnya kejujuran dan dedikasi
petinggi. Emil Salim pun mengakuinya. "Tidak usahlah kita mau jadi
kere. Normal saja. Setiap orang tentu ingin punya mobil, tapi caranya
yang normal. Cara memperoleh kekayaan itu jangan sampai harga dirimu
hilang," begitu sarannya.

Jumat, 19 November 2010

Rahasia orang Arab dengan PJTKI


Ilustrasi/Admin (TRIBUNNEWS.COM/IMAN SURYANTO)
Ilustrasi/Admin (TRIBUNNEWS.COM/IMAN SURYANTO)
Kita kembali harus menahan emosi dan kemarahan ketika seorang anak bangsa di perlakukan dengan semena-mena oleh majikannnya yang kebetulan orang Arab,sebagai seorang TKI yang sekarang sedang nyangkul di tanah Arab setidaknya saya sedikit tahu persoalan yang menimpa saudara-saudara kita (TKW ).
Sebelum para TKW di berangkatkan ke tanah Arab mereka diurus oleh PJTKI ,pertanyaanya darimanakah para PJTKI itu merekrut calon TKW ? ternyata mereka punya sub agen yang berfungsi mencari calon potensial sampai ke pelosok-pelosok kampung.
Dari sub agen calon TKW itu akan ditampung oleh PJTKI ,apakah para sub agen memberikan persyaratan kepada mereka  ? ternyata tidak ada persyaratan khusus ,asal calon TKW mau ,langsung saja diterima , PJTKI tidak akan menanyakan  apakah  calon TKW  punya keahlian ,ijazah atau syarat-syarat yang memberatkan lainnya.
Bagaimana kalo calon tersebut usianya masih di bawah umur ? gampang kok ,mereka para PJTKI akan mengakali umur calon tersebut sehingga memenuhi syarat untuk bekerja ke luar negeri.Bagaimana kalo calon TKW tersebut tidak menguasai bahasa Arab ?  oleh para PJTKI mereka akan di ajari menghapal kata-kata yang sering di pergunakan misalnya, sukron . su isma ,ismi , dan kata-kata sederhana lainnya.
Setelah ditampung para PJTKI akan memberangkatkan mereka tentu saja setelah Visa dari negara tujuan  telah keluar ,kacaunya lagi selama di tampung mereka tidak di siapkan secara fisik dan mental,ada juga sih PJTKI yang meberikan pelatihan tapi jumlahnya lebih sedikit di bandingkan PJTKI yang kerjanya hanya kirim TKW tampa memperdulikan kualitasnya.
Sesampai di negara tujuan ceritanya dapet di tebak ,para TKW yang lugu-lugu itu harus berhadapan dengan orang dan budaya yang sangat jauh berbeda dengan apa yang selama ini mereka dapatkan di kampung.
Oh ya sebelumnya saya mau cerita bagaimana orang-orang Arab mendapatkan pembantu dari Indonesia ? pertama mereka harus membayar sejumlah uang yang jumlah lumayan besar .tentu saja mereka membayar ke PJTKI melalui perwakilan atau agen ( arabnya ).
Mereka berani bayar mahal karena di janjikan akan mendapatkan pembantu yang terampil,fasih bahasa Arab dan janji-janji sorga lainnya.Aneh bin ajaib PJTKI yang doyan gombal kepada orang Arab itu ternyata berani mengirimkan TKW yang lugu-lugu alias bahasa Arabnya hanya tahu Assalamu alaikum ,belom pernah lihat alat-alat rumah tangga yang serba listrik.
Orang arab yang sudah termakam janji-janji PJTKI langsung memilki harapan yang tinggi terhadap calon pembantu rumahnya.
Akhirnya harapan tinggal harapan yang datang ternyata TKW yang lugu hingga akhirnya kita semua tahu cerita-cerita sedih , menyayat hati kembali terulang dan terus berulang.Ada sebuah cerita yang saya dapatkan betapa kurangnya penguasaan bahasa arab para TKW yunior.
Pada suatu hari seorang majikan Arab meminta kepada pembantunya untuk mengambilkan  kunci mobil ,tahu apa yang di bawa oleh pembantunya  ? ternyata pembantu yang lugu itu membawakan secangkir minuman.saya menulis ini bukan berarti saya membenarkan kekerasan yang di lakukan oleh orang Arab.
Tapi cobalah kita melihat kasus demi kasus yang menimpa TKW kita dari sumber permasalahanya ,yaitu kurangnya ketrampilan dan nakalnya para PJTKI kita.Terakhir sebagi TKI saya pernah di tanya oleh orang pakistan ( negara miskin mirip dengan negara kita ).
Orang pakistan itu heran melihat begitu banyaknya TKW yang bekerja di tanah Arab ? lalu dia bertanya kepada saya ,pada kemana laki-laki Indonesia ? saya hanya menjawab mending ente urus negeri ente sendiri daripada ngurus negeri orang.
pakistan,India,bangladesh negara -negara miskin tapi mereka tidak rela mengirimkan perempuannya hanya karena fulus , hanya INDONESIA negara yang paling agresif dalam mengirinkam TKW ke negara-negara Arab.bagiamana dengan philipina ? mereka juga mengirimkan TKWP  ( tenaga kerja wanita phlipina ) bedanya yang mereka kirim itu memiliki ketrampilan dan pengusaan bahasa  Inggris mereka keren-keren.
Di samping itu juga peranan pemerintah mereka begitu nyata ,  setiap tenaga kerja philipina yang pulang kampung maka mereka akan melihat di bandara terpampang tulisan selamat datang wahai pahlawan ,jangan  berharap tulisan seperti itu akan ada di bandara soekarno -hatta .yang ada di soekarno-hatta adalah petugas-petugas yang akan  membuat para TKW mendapatkan mimpi buruk selanjutnya.
Selamat berjuang saudaraku TKW ..Tuhan bersama kita .semoga setiap cucuran keringat yang mengalir menjadi penggugur dosa dan semoga setiap darah yang tumpah menjadi saksi-saksi betapa pemerintah tidak pernah serius mengurus nasib rakyatnya.
Dubai .buat saudari2ku, para pekerja wanita Indonesia dinegara manapun berada.

Pesan Nabi Yusuf Terlupakan Oleh Kaum Muslimin

Sura Yusuf (12) merupakan rujukan utama Kaum Muslimin untuk menabung dan berasuransi. Akan tetapi Sura Yusuf ini hanya tersosialisasi pada kaum Muslimin sebagai Sura yang dibacakan kepad Ibu Hamil supaya janinnya kelak ganteng seperti Nabi Yusuf. Namun makna yang terkandung dalam Sura Yusuf sesungguhnya banyak sekali, bukan hanya sebagai Sura yang dibacakan untuk Ibu Hamil. Dalam Sura Yusuf telah mencatat perdagangan orang, sifat diskriminasi orang tua terhadap anak, hakim yang adil, penguasa yang lalim, tabir mimpi, dan terpenting tentang menabung dan berasuransi.
Pada saat saya mengikuti training asuransi Pelatihnya bukan seorang muslim, namun ia secara cerdas dan sadar menjelaskan firman Allah dalam Sura Yusuf terutama ayat 47 dan 48. Ini mujizat Quran untuk Manusia (bukan hanya kaum Muslimin).
Sura Yusuf ayat 47, bunyinya “Yusuf berkata: “Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. Ayat 48. Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan.
Sungguh dahsyat ayat ini telah memberikan petunjuk yang pasti bahwa manusia tidak selamanya mapan, namun suatu waktu akan merasakan kesengsaraan. Hal ini dapat dianalogikan - saat sehat kita mengumpulkan semua harta, pada masa sulit merasakan jeri payah selama masa sehat.
Pertanyaannya sekarang mengapa Kaum Muslim tidak banyak menabung dan berasuransi? Jawaban sementara, belum banyak ustad yang diamanahi untuk mencerdaskan umatnya, secara sadar memperkenalkan ayat-ayat Al-Quran yang telah teruji. Selain itu…para ustad masih berkutat dengan masalah hilafia. Yang seharusnya mereka memberikan pemahaman yang mumpuni kepada umatnya, justru mereka lebih banyak menakut-nakuti umatnya.
Masjid Corong Perbankan dan Asuransi
Sudah saatnya Masjid sebagai corong Perbankan dan Asuransi. Tidak henti-hentinya ustad Antonio Safei memperkenalkan mengenai Bank Syaria, namun upaya beliau belum banyak mendapat sokongan yang masif sampai ke daerah Perdesaan.
Ustad dan imam Masjid patut mengoreksi diri - apakah telah menjadikan Al-Quran sebagai rujukan utama dalam membangun umat? Jika belum, maka sudah saatnya untuk berubah. Selama ini Al-Quran terkenal bukan oleh Kaum Muslimin, justru oleh umat lain - lihat saja mereka yang sukses memperkenalkan Asuransi, Lebah, dan lain-lain mereka yang menjadikan Al-Quran sebagai rujukan utama, meskipun mereka tidak secara nyata menyatakan. Begitu juga, jika kita memperhatikan literatur tentang motivasi, maka sebagian besar rujukannya Al-Quran dan Al-Hadist. Itupun juga mereka tidak secara nyata menyebutkannya. Hanya mereka yang secara sadar telah menyelesaikan pembacaan Al-Quran dan Al-Hadist dapat menemukannya.
Mungkin masih segar dalam ingatan kita mengenai ”Kelapa Sawit” yang mengalami masa booming sekitar beberapa tahun yang lalu. Para petani dan pengusaha terus memperluas lahannya, namun mereka lupa menabung dan mengantisipasinya. Saat Kelapa Sawit mengalami penurunan, petani dan pengusaha kelagapan. Intinya, mereka lupa pesan dalam Sura Yusuf (12).
Begitu juga banyak kaum Muslim yang miskin tidak dapat menyekolahkan anaknya, karena mereka belum menjadikan Al-Quran sebagai pegangan hidup, selain mereka tidak punya Quran, juga tidak bisa baca. Ini semua menjadi tanggung jawab Masjid.
Pesan Allah kepada Nabi Muhammad untuk umat Manusia Baca…Baca…Baca… Bukan hanya baca huruf tetapi semua pesan yang ada di alam.
Ayo Menabung dan Berasuransi…

Selasa, 16 November 2010

Seni Digital yang Spektakuler

Perbedaan 1945 Dengan 2010

Upacara Bendera 1945 sederhana tapi heroik
Upacara Bendera 2010 mewah tapi...
Penyerahan Bendera 1945
Penyerahan Bendera 2010
Peringatan Proklamasi 1945
Peringatan Proklamasi 1945
Pedagang Jamu 1945 dan Pedagang Jamu 2010
Pawai kemenangan Kemerdekaan 1945 diikuti semangat heroik
Pawai kemenagan 2010 tetapi kadang diikuti semangat anarkisme
Bambu Runcing di Tangan Melawan Penjajah
Jarum Runcing Di Tangan melawan Broken Home
Anggota DPR Tempo Dulu Semangat dan berani Mati
Anggota DPR Era Proklamasi 2010, bersemangat Untuk Berani Tidur

JAPAN SEXY KIMONO
























Spesial nich, Saori Hara

















Read more: http://tobanghabih.blogspot.com

I Am Who I Am