Cari Blog Ini

Sabtu, 25 Desember 2010

Telur Yang Paling Dilindungi Di Dunia

Emang Telur Apaan sih?
Quote:
Pada tanggal 3 Juni 2010 lalu, Flora & Fauna International (FFI) merayakan peristiwa menetasnya 13 butir telur dari hewan yang paling langka di dunia, yaitu Siamese Crocodille, atau biasa disebut buaya Siam. Sebelumnya, telur-telur tersebut ditemukan oleh komunitas konservasi lokal, Community Crocodile Wardens dan tim dari program konservasi FFI, yaitu Cambodian Crocodile Conservation Programme (CCCP), yang dipimpin oleh Sam Han pada tanggal 22 April 2010 di lembah Areng, Pegunungan Cardamom.
Quote:
Sebagai upaya meminimalisir resiko terjadinya luapan air dan resiko dari predator lain yang dapat membahayakan sarang, tim tersebut memindahkan 15 butir telur dari sarang asli ke sarang tiruan di lokasi yang lebih aman. Kamera pengintaipun dipasang di dekat sarang asli untuk memastikan ibu dari sang telur menjaga sarangnya. Dari 15 telur yang diamankan, 10 telur diantaranya berhasil ditetaskan dan 3 telur berhasil menetas dari sarang asli.
Quote:
Spoiler for the babies:



Spoiler for the happy mother:

Spoiler for the founder:


Sam Han
Seberapa Langka Sih?
Quote:

pete penyebaran buaya siam
Para peneliti percaya bahwa hanya terdapat sekitar 250 buaya Siam yang ada di alam liar . Buaya air tawar ini ditemukan di bebeberapa wilayah di Indonesia (Kalimantan dan Jawa), Brunei, Malaysia bagian timur, Burma, Thailand, Vietnam, dan sebagian besar berada di Kamboja. Tingkat kelangkaan hewan ini berdasarkan indikator status konservasi yang dikeluarkan oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN) masuk kedalam kategori terancam dengan status Critically Endangered (kode status : CR). Status tersebut adalah status yang paling mendekati kategori kepunahan! Bahkan pada tahun 1992 populasinya sempat dianggap punah!
Spoiler for conservation status:

Spoiler for chart category:

Spoiler for IUCN:

Yah, Gimana Atuh Biar Ga Punah?
Quote:
Untungnya, upaya pelestarian telah dilakukan oleh beberapa lembaga konservasi baik lokal maupun internasional. Seperti upaya yang dilakukan oleh Lembaga Concervation International (CI), di Hutan Lindung Cardamom, Kamboja, yang membuat perjanjian dengan penduduk setempat untuk menjaga habitat buaya Siam liar dan berhenti menggunakan Jaring Ikan yang dapat secara tidak sengaja membahayakan buaya Siam. Sebagai imbalannya, para penduduk diberikan kerbau, dana untuk mengkorvesi lahan pertanian, dan peningkatan gaji guru. CI dan lembaga lainnya, seperti Fauna & Flora International, juga mengadakan kerjasama dengan pemerintah untuk memastikan regulasi mengenai pengelolaan lahan pertanian dapat berjalan layak dan sesuai.
Spoiler for Concervation International:

Spoiler for Flora & Fauna International:

Sekilas Tentang Buaya Siam
Quote:

 
Ciri Fisik
  • Panjang maksimal 4 m, rata-rata 2-3 m.
  • Warna punggung kebayakan hijau tua kecoklatan, dengan belang ekor yang umumnya tidak utuh
  • Memiliki sisik besar di belakang kepala (post-occipital scutes) 2-4 buah
  • Sisik besar di punggung (dorsal scutes) tersusun dalam 6 jalur, dan 16-17 baris sampai belakang
Habitat
Buaya Siam menyukai perairan dengan arus lambat, seperti rawa-rawa, sungai di daerah dataran, dan danau
Spoiler for foto-foto:
Spoiler for buaya siam:

Spoiler for buaya siam:

Spoiler for buaya siam:

Spoiler for buaya siam:

Spoiler for buaya siam:

Spoiler for buaya siam:

Spoiler for buaya siam:

Ternyata Buaya Siam Punya Temen Deket Manusia
Quote:
Spoiler for Favorit !:


Rob Bredl
Spoiler for Sama Orang Indonesia Juga Deket:
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
You might also like:

Tidak ada komentar:

I Am Who I Am